Baru, Sembilan Pansel KPK Semua Perempuan

 

pansel KPK

Oleh : Eddie Ardywan, Fajar Tandjoeng

Djapos.com, Presiden Joko Widodo Kamis (21/5) pagi mengumumkan nama-nama anggota panitia seleksi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pansel terdiri dari sembilan orang anggota dari berbagai latar belakang. Kesembilan orang yang ditunjuk Jokowi semuanya perempuan.

Presiden berharap Pansel KPK ini memilih para komisioner KPK yang kredibel dan memiliki kemampuan mumpuni.

“Saya berharap komisioner yang terpilih memiliki kemampuan yang lengkap,” kata Presiden di Halim Perdanakusuma Jakarta.

Berikut adalah anggota Pansel KPK:

Pertama, Destry Damayanti. Destry seorang ekonom, ahli keuangan dan moneter. Dia akan menjabat Ketua Pansel KPK sekaligus anggota.

Kedua, Enny Nurbaningsih. Dia seorang pakar hukum tata negara. Selama ini dia menjabat Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional. Di Pansel KPK, Enny akan menjabat wakil ketua merangkap anggota.

Ketiga, Harkristuti Haskrisnowo. Dia seorang pakar hukum pidana dan HAM. Selama ini dia menjabat Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham. Di Pansel KPK, Harkristuti akan berada di posisi anggota.

Keempat, Betti S Alisjabana, seorang ahli IT dan manajemen, di posisi anggota pansel.

Kelima, Yenti Garnasih, seorang pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang, di posisi anggota Pansel KPK.

Keenam, Supra Wimbarti, seorang ahli psikologi SDM dan pendidikan, sebagai anggota pansel.

Ketujuh, Natalia Subagyo, seorang ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, di posisi anggota.

Kedelapan, Diani Sadiawati, seorang ahli hukum dan selama ini menjadi Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas. Dia mengisi posisi anggota pansel.

Kesembilan, Meuthia Ganie-Rochman, ahli sosiologi korupsi dan modal sosial. Dia juga menjadi anggota pansel.

Setelah mengumumkan nama, Jokowi berharap Pansel KPK segera bekerja untuk menyeleksi dan menentukan nama calon pimpinan KPK yang selanjutnya diserahkan pada Presiden.

“Semua berkepentingan untuk melawan korupsi. Ini kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang besar, kalau kita bebas dari korupsi,” kata Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *