Wagub Kunjungi Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1

Wagub Kunjungi Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1

11240090_394745867379767_5477977853058126066_n

Oleh : Goes, Eddie

Jakarta,Djapos.com – Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kamis (18/6/2015), mengunjungi Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 1. Panti ini merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) di bawah Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

Dikesempatan itu, Wagub Djarot mengungkapkan pihaknya sengaja mendadak ingin melihat bagaimana panti ini melayani para Warga Binaan Sosial (WBS). Inilah tugas pokok pemerintah provinsi yaitu peduli terhadap permasalahan sosial yang ada di Jakarta, salah satunya permasalahan penyandang psikotik.

“Inilah sebetulnya, pelayanan di panti ini sangat baik. Ini tugas kita di sini, melayani mereka tanpa pandang status sosial dan bagaimana kondisinya. Mereka adalah saudara kita sekaligus warga kita, warga Jakarta,” tutur Wagub.

Wagub menambahkan, pihaknya juga memiliki kesulitan terkait obat bagi para penyandang psikotik. Tidak hanya permasalahan obat, pemeriksaan kesehatan bagi WBS pun mengalami kendala.

“Persoalan yang dihadapi kepala panti itu, kadang kadang prosedur yang telah dibuat malah mempersulit kita sendiri. Untuk obat, BPJS sediakan obat, tapi kalau BPJS nggak ada, kita beli sendiri,” tukas Djarot panggilan akrab Wagub.

Ia juga mengharapkan, agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain yang ada di DKI, bisa ikut membantu penyaluran pekerjaan bagi WBS yang sudah sembuh. Sehingga mereka bisa diberdayakan layaknya manusia normal lainnya.

Menanggapi itu, Kepala PSBL Harapan Sentosa 1, Sarima, menjelaskan bahwa sebelum ada BPJS, pihaknya memiliki Klinik Satelit. Klinik itu berfungsi sebagai sarana pengobatan kepada WBS yang mendatangi langsung ke panti.

“Kalau regulasi sekarangkan, WBS dari sini dibawa ke RS Duren Sawit menggunakan mobil. Kan lumayan jauh jaraknya. Sedangkan mereka itu pasien yang mengalami gangguan jiwa. Mereka butuh obat secepatnya,” imbuh Sarima.

Ia berharap agar pemprov ikut membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di sini. Bisa cepat ditangani oleh Kementerian Kesehatan. Karena WBS ini harus diperlakukan sebaik mungkin layaknya diri kita sendiri.

“Pemerintah bertanggung jawab. Seperti dikatakan Pak Wagub, negara harus hadir, siapa pun itu, pemerintah harus ikut bertanggung jawab mengatasi permasalahan kita semua,” pungkas Sarima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *