Peduli Ramadhan 1436 H Perolehan Zis Jaksel Tertinggi se DKI

  11226557_988608271180061_8040735358733409132_n

Oleh : Goes

Jakarta, djapos.com – Pengelolaan dana zakat, infaq dan sedekah yang semakin transparan dan terbuka, ternyata kian mendorong masyarakat untuk sadar membayar zakat. Itu terbukti dari perolehan dana Bazis Jakarta Selatan, yang dikelola oleh Sutriana Lela sebagai Kepala Kantor Bazis Jakarta Selatan, dari tahun ke tahun selalu meningkat dan bahkan tertinggi se DKI Jakarta. Maka, sebagai lembaga resmi pengelola zakat dari pemerintah, Bazis Jakarta Selatan, baru-baru ini, Rabu (24/6/2015), telah menggelar acara bertema “Peduli Ramadhan 1436 H, dengan menyalurkan santunan kepada 1.300 mustahiq.”

Hadir dalam acara Peduli Ramadhan yang di gelar di Halaman Kantor Walikota Jakarta Selatan tersebut antara lain; Walikota Jakarta Selatan, Syamsudin Noor, Kepala Bazis DKI Jakarta H. Djubaidi Adih, Kepala Bazis Jakarta Selatan Sutriana Lela, para pejabat dilingkungan Walikota Administrasi Jakarta Selatan, serta perwakilan Hotel Amos Ghozi, dan PT Indomarco sebagai pendukung, juga para camat dan Lurah Se Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kepala Bazis Jakarta Selatan Sutriana Lela menuturkan, santunan selain diperuntukan kepada para mustahik juga diperuntukan sebagai penghargaan terhadap mereka yang sudah memberikan ilmu serta tenaganya untuk mengajarkan kebajikan. Adapun dari 1300 mustahik yang berhak menerima santunan itu, di antaranya 358 dhuafa, 361 anak yatim, 145 guru TPA / TKA, 149 guru mengaji, 133 guru honorer dan guru madrasah, 154 merbot, serta 300 beasiswa madrasah dan 100 beasiswa santri.

“Tujuan dari acara yang kami gelar adalah, agar mereka para mustahiq tersebut dapat terbantu dengan bantuan yang disalurkan melalui kegiatan “Peduli Ramadhan 1436 H” ini,” tutur Lela.

Adapun santunan yang diberikan besarnya bervariasi, mulai dari Rp 500.000 untuk mustahik, Rp 600.000 untuk dhuafa, guru TPA, marbot, guru mengaji. Sedangkan untuk guru Madrasah Rp 750.000 /orang. Sehingga total dana keseluruhan yang di salurkan terhitung Rp 831 juta. Menurut Lela, dana tersebut selain berasal dari sumbangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta Selatan, juga di peroleh dari hasil kerjasama dengan pihak pengusaha dan pemilik minimarket yang ada di wilayah Pemkot Jakarta Selatan.

Dikesempatan yang sama saat diwawancarai, Walikota Jakarta-Selatan, Syamsudin Noor mengakui bahwa perolehan Zis selain berasal dari sumbangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta-Selatan, juga di peroleh dari hasil kerjasama dengan pihak pengusaha dan pemilik minimarket. Namun saat ditanya soal maraknya minimarket yang izinnya melanggar, Syamsudin menepis kalau hal itu tidak ada kaitannya dengan kerjasama tersebut. Ya, mudah-mudahan saja bukan lantaran karena telah memberikan upeti, sehingga fenomena maraknya minimarket dan bangunan cluster ilegal jadi terkesan ada pembiaran dari pemerintah kota Jakarta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *