Pelaku Penusukan PRT dan Pembakaran Rumah Akhirnya Tertangkap

Pelaku Penusukan PRT dan Pembakaran Rumah Akhirnya Tertangkap

foto2762

Oleh : Goes

Jakarta, Djapos.com – Berkat penelusuran dan keterangan yang berhasil dikumpulkan, Polisi akhirnya berhasil menangkap penusuk pembantu rumah tangga (PRT) yang juga pembakar rumah milik Irsyad Wahyudi di Jalan Siaga I D No 11 RT 01 RW 05 Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Akibat penusukan dan pembakaran tersebut, seorang janda beranak satu yang menjadi PRT dirumah Irsyad bernama Ariani meninggal.

“Sudah terungkap, kasusnya dan motifnya adalah dia (pelaku) mau mencuri, lalu ketahuan pembantu. Kemudian pembantunya ditusuk, setelah itu rumahnya dibakar,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian usai rapat bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Polisi yang bergerak cepat langsung mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya. Pelaku merupakan pria yang biasa bekerja sebagai satpam di dekat lokasi kejadian.

“Saya langsung bergerak sama Kapolres Jaksel tadi malam ke TKP. Tadi malam sudah teridentifikasi pelakunya, dia satpam sebelah rumah ternyata. Kemudian tadi pagi sudah tertangkap. Nanti diekspos oleh Kapolres Jakarta Selatan,” jelas dia.

Sebelumnya di beritakan, pada Rabu (24/6/2015) lalu, seorang PRT bernama Ariani (30) ditemukan warga dalam kondisi tangan dan mulutnya terikat di dalam rumah majikannya yang terbakar. Pada tubuh korban ditemukan 15 luka tusuk benda tajam. Pelaku yang kritis langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siaga, Pejaten untuk mendapat perawatan intensif. Korban sempat menceritakan kejadian yang dialaminya kepada tim medis di RS Siaga. Korban juga mengaku mengenal pelaku.

“Dia (korban) mengaku mengenal pelakunya. Katanya itu bekas tetangganya yang sekarang tinggal di daerah Citayam, Depok, berinisial R,” ujar salah satu perawat RS Siaga, Irma.

Selain itu, aksi pelaku juga terekam kamera CCTV rumah salah seorang warga. Dari rekaman itu, pelaku diketahui keluar rumah pukul 08.40 WIB. Sementara asap mulai terlihat sekitar pukul 08.48 WIB. Bahkan, Ketua RT setempat, Haji Wiwit, mengaku sempat menegur pria tersebut karena terlihat buru-buru dan sangat mencurigakan.

“Sempat saya tegur, ada apa kok lari. Tapi dia tidak menggubris pertanyaan saya.” ujar Wiwit.

Karena banyak kehabisan darah yang disebabkan luka tusukan itu, korban akhirnya meninggal di Rumah Sakit MH Thamrin, Jakarta, sekitar pukul 17.00 WIB. setelah dirujuk dari RS Siaga, karena keterbatasan alat medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *