Kadis DBMPSDA : Akan Ada Sanksi Berat Kepada Pemborong Nakal

Kadis DBMPSDA : Akan Ada Sanksi Berat Kepada Pemborong Nakal

Ir. H. Adang 2

Oleh : Ray. RA, Dodi

Bekasi, Djapos.com – Sejak digelarnya kegiatan proyek APBD Tahun 2015 yang dilaksanakan oleh Dinas Binamarga Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA-red) Kabupaten Bekasi setiap tahunnya selalu saja mendapat perhatian khusus, baik itu dari LSM, Media dan juga masyarakat.

Pasalnya, dalam setiap pelaksanaan APBD, sering kali pungsi pengawas dan juga konsultan dilapangan terkesan kurang maksimal. Untuk itu fungsi dan peran serta sosial kontrol dilapangan sangatlah dibutuhkan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung, agar saat dalam pelaksanaannya tidak terjadi kecurangan yang dilakukan oleh oknum kontraktor nakal.

Kegiatan dan pelaksanaan proyek yang digelar pada APBD tahun ini, memang tidaklah berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun fakta dilapangan, kegiatan APBD tahun ini sama buruknya dengan kegiatan proyek APBD dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh buruknya kinerja kontraktor nakal yang selalu saja ingin mendapat keuntungan lebih besar dan tidak lagi mengedepankan kualitas yang sudah sepakati dalam nilai kontrak.

Banyaknya permasalahan diawali ketika akan dimulainya pelaksanaan kegiatan proyek, dimana kontraktor dengan segaja tidak memasang papan proyek dilokasi. Bahkan ketidakhadiran pengawas maupun konsultan serta PPTK dilokasi saat pelaksanaan kegiatan menjadi celah buat kontraktor nakal untuk melakukan kecurangan.

Saat dimintai keterangannya, Kadis DBMPSDA, Ir. H. Adang Sutrisno, MM., menegaskan agar sebelum pelaksanaan, hendaknya para rekanan kontraktor memasang terlebih dulu papan kegiatan, agar masarakat sekitar mengetahui adanya kegiatan proyek yang dibiayai dari dana APBD.

”Saya juga menghimbau kepada kontraktor agar pengawas dan konsultan diberitahukan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan dimulai,” ujar Adang kepada djapos.com

Selain itu, Adang juga sangat berterima kasih kepada seluruh teman sosial kontrol yang sudah ikut mengawasi jalannya proses pelaksanaan kontruksi yang di gelar pada tahun ini.

”Saya juga tidak akan segan-segan untuk melakukan bongkar ulang kepada semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB, seperti yang sudah saya lakukan di daerah batas pintu kalimalang dan juga Proyek Turab di Jalan Cikarang Tekel Rt.05/06 Desa Jaya Mulya Kec. Serang Baru. Jadi untuk proyek yang bermasalah sudah pasti akan saya potong saat pencairan nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *