Edan, Kenko Reflexologi Tetap Buka di Bulan Suci Ramadhan

Edan, Kenko Reflexologi Tetap Buka di Bulan Suci Ramadhan

Oleh : Goesti, Lily

 kenko 2

Jakarta, Djapos.com – Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, rahmat dan kemuliaan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Dalam rangka menjaga kesucian bulan tersebut, maka diharapkan umat muslim di Indonesia dapat khusyu’ dalam menjalankan ibadah ramadhan. Serta adanya toleransi dari mereka yang tidak menjalankan ibadah ramadhan.

Dalam hal ini, provinsi DKI Jakarta mengeluarkan SK Gubernur No. 98 Tahun 2004 pasal 2 ayat (4) dan ayat (5), dan surat edaran Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta No.34/SE/2015, yang mengatur dan memajibkan tempat hiburan tutup selama bulan ramadhan

Namun di jalan Kemang Selatan VIII No. 67G, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Jakarta Selatan, ada panti pijat bernama Kenko Reflexologi tetap buka dari pagi hingga malam.

Menanggapi hal ini konsultan hukum sekaligus pengamat masalah sosial dan lingkungan, Trihadi SH, MH, meminta agar aparat terkait segera mengambil tindakan. Dikarenakan Kenko Reflexologi telah melanggar aturan Pemprov DKI Jakarta.

“Sangat mustahil jika aparat terkait sampai tidak tahu kalau Kenko Reflexologi tetap buka selama bulan ramadhan, hal inilah yang menimbulkan pertanyaaan serta keprihatinan berbagai pihak dan kalangan” Jelas Trihadi. 

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Trihadi, H Damiri (65 tahun), tokoh masyarakat RT.07 RW.02 Kelurahan Bangka, juga menuturkan hal yang sama. Bahkan sangat menyesalkan dengan sikap pengelola Kenko Reflexologi yang tetap melakukan kegiatan operasional dan jelas-jelas melanggar aturan.

“Masya Allah kebangetan banget tu panti pijat, sama sekali kagak menghargai warge yang lagi pade puase. Cari duit sih cari duit, semua orang juga pade cari duit, tapi bukan begitu caranye, masak ini bulan ramadhan masih tetap buka aje,” tegas H Damiri dengan logat betawinya yang kental.

H Damiri menambahkan, dia juga merasa heran dan mempertanyakan sikap Lurah Bangka dan Camat Mampang yang belum menegur dan menindaklanjuti keluhan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *