Akhirnya, Menkes Ungkap 14 RS Swasta Penerima Vaksin Palsu

Akhirnya, Menkes Ungkap 14 RS Swasta Penerima Vaksin Palsu

RDP-Vaksin-Palsu-ok

 Oleh : Eddhie, Goesti

Djapos.com, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (14/7/2016) telah mengungkap jati diri 14 Rumah Sakit swasta terduga menerima vaksin palsu. Rapat tersebut juga dihadiri anggota Satgas penanggulangan Vaksin Palsu yang terdiri dari unsur Kemenkes, BPOM, IDAI dan Bareskrim Polri.

Menkes berpendapat, bahwa peredaran vaksin palsu tersebut terjadi karena langkanya vaksin tertentu di masyarakat dan bukan vaksin wajib sebagaimana program pemerintah. Vaksin untuk imunisasi dikelompokkan menjadi imunisasi wajib dan imunisasi pilihan. Vaksin imunisasi wajib disediakan gratis oleh pemerintah.

“Vaksin imunisasi dari program pemerintah terdiri dari BCG, Polio, DPT, Campak, Hepatitis B dan Hib diproduksi dan didistribusikan oleh Biofarma,” jelas Menkes.

Adapun pelaksanaan imunisasi wajib, 88,1% berada di Puskesmas, Posyandu dan RS Pemerintah. Sedangkan sisanya 11,9% ada di RS atau Faskes swasta.

Dalam hal ini, satgas telah meneliti dan tidak ditemukan vaksin palsu di Fakses milik pemerintah. Namun di beberapa Faskes swasta ditemukan telah membeli dari sumber yang tidak resmi.

“Jika terbukti ada pelanggaran, maka Kemenkes dapat berikan sanksi sampai dengan pencabutan izin operasional. Lalu untuk oknum dapat diberikan sanksi administratif atau sanksi pidana,” tegas Menkes.

Nama-nama 14 RS Swasta Terduga Menerima Vaksin Palsu

Tautan berita sebelumnya Miris, Peredaran Vaksin Palsu Hingga Luar Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *