Tidak Miliki Water Intek, DBMP dan PJT II Rengasdengklok “Cuci Tangan”

Ratusan Hektar Sawah Tidak Miliki Water Intek

DBMP dan PJT II Rengasdengklok “Cuci Tangan”

 pompa air utk alirkan air ke sawah di rengasdengklok

Oleh : Ujang, S

Karawang, Djapos.com – Sejumlah petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di  Kelurahan Mekarjati dan Rawamerta Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang mengeluhkan kondisi air yang mengaliri pesawahan di daerah tersebut. Pasalnya setiap musim dadu petani di beberapa kelompok Tani terutama kelompok Tani Margahayu 3, untuk mengairi sawahnya selalu melakukan penyedotan dengan pompa air.

Sekitar 100 hektar sawah yang dialiri air saluran irigasi Tegal Panjang, hanya bisa mengairi 20 hektar. Sementara sisanya yang 80 hektar dialiri air dengan menggunakan mesin pompa dari saluran pembuangan.

Saluran Tegal Panjang yang mengalir dari Kampung Iplik Kelurahan Mekarjati tidak memiliki Water Intek (bendungan) untuk dialirkan ke sawah seluas 100 hektar tersebut dan ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Salahsatu anggota Kelompok Tani Margahayu 3,  H Akum (58), kepada djapos.com menjelaskan, bahwa sawahnya berada di dua kelompok seluas 4 hektar tidak ada aliran air. Sehingga tokoh masyarakat ini mengeluhkan permasalahan tersebut.

“Harus ada solusi dari pemerintah terutama, Dinas Pertanian, Bina Marga dan Pengairan serta Perum Jasa Tirta (PJT) II Rengasdengklok. Ini sudah berlangsung puluhan tahun,” kata H Akum saat diwawancara djapos.com.

Lain halnya dengan Ganda (35), Pria yang berprofesi sebagai operator pompa air mengaku kebanjiran order saat musim dadu. Ketika musim dadu berlangsung pihaknya dibayar Rp 20 ribu perjam oleh petani untuk mengairi sawahnya.

“Kalu saya sih untung, karena setiap musim dadu banyak order yang meminta bantuan untuk menyedot air,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab Karawang, H Chalim, ST menjelaskan pembuatan bendungan (water intek) bukan kewenangannya.

“Itu bukan kewenangan kami, tapi itu wewenang PJT II Rengasdengklok,” kata H Chalim, yang mengarahkan wartawan supaya konfrimasi ke PJT II Rengasdengklok.

Tak jauh berbeda dengan H Chalim, Kepala PJT II Rengasdengklok, Dudung, melempar tanggung jawab kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jawa Barat.

“Itu adalah wewenang DPSDA Provinsi Jawa Barat, bukan PJT II Rengasdengklok,” ungkap Dudung.

Antara Dinas Bina Marga dan Pengairan dengan PJT II Saling lempar tanggung jawab. Sampai berita ini ditayangkan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jawa Barat belum dapat dikonfirmasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *