Indonesia Tuan Rumah Kongres Ke-3 AACC

Indonesia Tuan Rumah Kongres Ke-3 AACC

 presiden foto bareng peserta MK internasional ok

Oleh : Eddie, Goesti

Djapos.com, Kongres ke-3 Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia (The Association of Asian Consitutional Court and Equivalent Institutions-AACC) di Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis (11/82016) lalu, telah resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden Jokowi, pelaksanaan kongres AACC sebagai wujud dari kerja sama antarlembaga yang begitu erat.

“Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) siap untuk memainkan peran kunci dalam pergaulan berskala regional maupun global,” jelas Presiden Jokowi dalam sambutannya di depan para delegasi dan peserta kongres.

Lanjut Presiden Jokowi, bahwa eksistensi MKRI sebagai pengawal konstitusi dan demokrasi harus terus diperkuat. MKRI merupakan benteng keadilan yang turut menentukan tegaknya negara hukum demokratis dan negara demokrasi berdasar hukum.

presiden buka MK internasional okDalam kesempatan yang sama, Ketua MKRI Arief Hidayat menyampaikan bahwa upaya pemajuan dan perlindungan hak konstitusional warga negara merupakan bagian tidak terpisahkan dari sejarah kelahiran MK di berbagai belahan dunia.

“Bahkan lebih jauh lagi, sejarah konstitusi pada hakikatnya merupakan sejarah perjuangan manusia untuk memperoleh hak-hak dasarnya,” jelas Arief.

Dari latarbelakang itulah, dipilih tema “Pemajuan dan Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara” dalam kongres ke-3 AACC tersebut.

Arief berharap, melalui Kongres ini akan diketahui variasi praktik dan pengalaman dari berbagai negara.

Kongres ke-3 AACC ini sendiri diikuti oleh 18 institusi yang teridiri atas anggota AACC dan MK negara sahabat serta lembaga internasional. Indonesia menjadi tuan rumah Kongres untuk menutup kepemimpinan MKRI sebagai Presiden AACC periode 2014-2016.

Selain itu, akan dibahas isu-isu mengenai perlindungan hak konstitusional warga negara yang telah dipraktikkan oleh MK dan institusi sejenis dari berbagai Negara. Hasil pembahasan isu tersebut, akan dituangkan dalam kesepakatan sebagai “Deklarasi Bali” atau Bali Declaration.

Selain pembahasan isu tersebut, pada Kongres ini juga akan mengagendakan pembentukan sekretariat tetap AACC dan pemilihan presiden AACC periode 2016-2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *