Tangani Kasus Naker, PPNS Disnakertrans Kab Bekasi Mandul dan Mati Suri

Tangani Kasus Naker, PPNS Disnakertrans Kab Bekasi Mandul dan Mati Suri

PT WBLS ok

Oleh : Ray, R.A

Bekasi, Djapos.com – Penanganan proses penyidikan PT. Wan Bao Long Steel (WBLS) oleh Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi terkesan mandul dan seperti mati suri.

Disnakertrans Kab Bekasi sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan tersebut, terkait masalah sistem pengupahan, tidak adanya BPJS serta K3 yang tidak mendukung hingga terjadinya kecelakaan kerja.

Namun dari hasil sidak memang diluar dugaan, hampir semuanya telah dilanggar dan tidak mematuhi perda ketenagakerjaan Kab Bekasi. Lalu dibentuklah team penyidik yang memang dipersiapkan oleh Disnakertrans.

Hal ini berujung kepada pemanggilan karyawan maupun Owner dari perusahaan tersebut. Namun setelah sekian lama bergulir penyidikan oleh PPNS Disnakertrans sampai detik ini belum ada hasil yang memuaskan. Padahal telah dilakukan gelar perkara bersama KORWAS yang beranggotakan dari Polda Metro Jaya dan juga PPNS.

Menurut Dedi salahsatu Wasnaker dan juga anggota PPNS yang memeriksa saksi dan tersangka, ia telah menanyakan kepada atasannya dan ternyata tidak ada jawaban

“Saya juga sudah membuat SPDP dan SPT sampai 2 kali, namun tidak tahu “nyangkut” dimana surat itu. Padahal surat tersebut sangat penting dan harus disampaikan ke kejaksaan sebagai pemberitahuan penyidikan oleh pihak PPNS Disnakertrans” ujar Dedi ketika dikonformasi baik via phone dan saat ditemui diruang kerjanya.

Hal ini menjelaskan secara pasti “dugaan permainan antara oknum setingkat Kasie dan Kabid dengan pihak perusahaan. Dan patut diduga ada gratifikasi yang sering terjadi di kalangan Wasnaker dalam pembinaan dan penanganan.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak perusahaan sampai detik ini belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi mengenai hal tersebut. Baik staff maupun Owner bungkam dan tidak mau ditemui secara langsung maupun tidak Langsung.

Sementara itu, Kadis Nakertrans Drs. H. Effendi, M.Si saat akan dikonfirmasi djapos.com belum bisa ditemui dikarenakan kesibukannya.

Kejadian kasus seperti ini harus menjadi perhatian Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin. Agar segera turun tangan dalam menyelesaikan serta menuntaskan hasil penyidikan PPNS Disnakertrans yang memang “mati suri” dalam menangani kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *