Sanksi BPLH Kab Bekasi Terhadap PT NTS Tidak Sesuai UU No 32 Tahun 2009

Terkait Pencemaran Limbah B3

Sanksi BPLH Kab Bekasi Terhadap PT NTS Tidak Sesuai UU No 32 Tahun 2009

 PT NTS

Oleh : Ray, R.A

Bekasi, Djapos.com – Sanksi ataupun tindakan yang diberikan terhadap PT. Nirmala Tipar Sesama (NTS) sangat tidak sesuai dengan undang-undang Kementrian Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Padahal PT NTS yang beralamat di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, sangat jelas mencemarkan bahkan meracuni masyarakat Bekasi dan Sekitarnya.

Terkait hal ini, Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bekasi terus mengikuti dan menyoroti masalah tersebut. Menurut Agus Tri Selaku Ketua LMP menghimbau kepada BPLH Kab Bekasi, agar kasus pencemaran limbah B3 yang dibuang ke Kalimalang untuk segera ditindaklanjuti dan PT. NTS harus bertanggung jawab.

”Sanksi yang diberikan masih kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan UU Kemen LH No. 32 Tahun 2009. Tindakan perusahaan tersebut yang dengan sengaja membuang limbah B3 ke Kalimalang sudah sangat lama dan juga sudah diberitakan. Jadi seharusnya mendapat sanksi tegas, baik administrasi maupun pidana,” jelas Agus.

Masih menurut Agus, BPLH Kab Bekasi terkesan lambat menangani kasus PT NTS Ini. Terbukti ketika beberapa awak media menanyakan proses hukumnya, baik Kabid ataupun Kadis saling lempar tanggung jawab. Untuk hal tersebut, seharusnya Kadis lah yang mempunyai kebijakan selaku pemangku kebijakan penuh di BPLH Kabupaten Bekasi.

“Kami mengingatkan kepada BPLH Kab Bekasi agar kasus ini jangan sampai “masuk angin” saja. Dan kami juga menghimbau kepada Bupati Bekasi agar menindak jajarannya dan segera di evaluasi kembali,” tuturnya kepada djapos.com

Sebelumnya beberapa awak media mencoba menanyakan kembali kasus PT NTS ke BPLH Kab Bekasi. Namun sangat tidak kooperatif dalam menjalankan tugasnya, terutama Pimpinan BPLH Kab Bekasi itu sendiri. Beberapa kali saat dimintai keterangan dibuat berputar-putar seperti bola, dari Kasie ke Kabid ke Kadis dan seterusnya tanpa kejelasan yang pasti.

Setelah memantau terus proses penanganan kasus tersebut, barulah mendapatkan kejelasan setelah menemui Kabid Wasdal Imam Faturahman beserta Kasie Pak Harnoko pada Senin (22/8/2016) lalu.

“Wasdal sudah bekerja semaksimal mungkin dan sudah sesuai prosudur. Bahkan hasil temuan kita dilapangan sudah kita evaluasi dengan tim Wasdal,” ujar Imam ketika ditemui diruang kerjanya.

Masih menurut Imam, untuk Sanksi tindakan suratnya sudah ditandatangani oleh Pak Kadis sendiri. Ada 3 poin dalam isi suratnya dan sudah disampaikan ke Perusahaan tersebut.

“Silahkan di cek keperusahaannya, kita sudah memberikan teguran dan sanksi yang luar biasa sesuai fakta dilapangan,” jelas Imam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *