Barang Elektronik Warga Pada Rusak Akibat Tegangan Tak Stabil

PLN Rengasdengklok Lambat Tambah Trafo Listrik,

Barang Elektronik Warga Pada Rusak Akibat Tegangan Tak Stabil

 kantor-pln-dan-trafo-ok

Oleh : Ujang, S

Cikarang, Djapos.com – Pelanggan listrik di Kampung Jamantri, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang mengeluhkan tegangan listrik yang sering mati mendadak. Pasalnya bila sudah pukul 17.00 WIB saat puncaknya pemakaian  listrik malah gelap gulita. Padahal tegangan listrik 220 volt, namun saat malam hari hanya ada 90 volt.

Hal tersebut sangat mengganggu masyarakat, karena kebutuhan masyarakat untuk listrik diperlukan malam hari. Baik itu untuk belajar, menonton TV, memanaskan air dispenser, kulkas serta kebutuhan lain-nya. Dan untuk hal tersebut, masyarakat sangat membutuhkan tegangan normal.

“Belum lama ini kulkas saya mati dan rusak. Ini akibat tidak stabilnya listrik di daerah sini,” ungkap  Nanang, pemilik warung di desa setempat saat mengeluh kepada Djapos.com.

Nanang meminta PLN bertanggung jawab atas hal tersebut. Sebab pihaknya selalu membayar listrik normal dan tepat waktu.

“Saya bayar listrik saja normal dan tepat waktu, namun pelayanan PLN buruk. Tiap magrib (jelang malam-red) listrik mati total karena ngedrop tegangan tidak memadai,” ujar Nanang.

Maih menurut Nanang, PLN harusnya professional dan apabila listrik tidak normal bayar pun disesuaikan.

“Ini mah kalau telat bayar ancaman-nya diputus serta lain, kan tidak fair,” bebernya.

Sebaiknya pihak PLN konsisten mengenai aduan masyarakat yang realiasinya selesai bulan Juni 2016. Ternyata  sekarang sudah mengindah bulan September belum juga terealisasi.

Sementara, Rustendi, Kepala PLN Rengasdengklok, tidak berkomentar banyak dengan hal tersebut.

“Saya hanya melaksanakan tugas. Karena materialnya telat, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kilah Rustendi, ketika di konfirmasi Djapos,  pada Jumat (02/9/2016) lalu.

Disinggung parangkat elektronik yang rusak,  Rustendi mengaku tidak sanggup mengganti kerusakan tersebut.

“Tidak ada penggantian untuk elektronik masyarakat yang rusak,” ujarnya.

Rustendi berjanji akan mengecek ke lapangan dan menindaklanjuti pekerjaan tersebut.

“Ya, saya akan cek lapangan supaya mengetahui secara jelas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *