Harga Pupuk Urea di Karawang Sudah Tidak Sesuai HET

foto-berita-12Oleh : Ujang S

Karawang, Djapos.com – Pupuk bersubsidi milik PT. Pupuk Kujang yang merupakan perusahaan BUMN di Indonesia menjadi sorotan masyarakat Karawang. Pasalnya distributor PUSJAB (Pusat Koperasi Jawa Barat) menyalurkan pupuk urea kepada kios pengecer pupuk dianggap tidak amanah. PUSJAB adalah milik pemerintah yang seharusnya konsisten dalam menyalurkan pupuk ini.

Saat dikonfirmasi, distributor PUSJAB, Cecep Sutresna, SE mengetakan harga pupuk urea memang ada kenaikan.

“Yang sekarang masih Rp 1.900 perkilogram, tetapi minggu depan harga turun menjadi Rp 1.732 perkilogram,” kata Cecep, pengurus PUSJAB yang meliputi wilayah Pangkalan, Tegawaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Timur, Batujaya, Pakisjaya dan Karawang Barat.

Sementara, H Akum, (58) selaku petani Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat menuturkan, bahwa ia membeli urea di kios terdekat yang ditunjuk Dinas Pertanian.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa, langsung beli aja dengan harga Rp 1900 perkilogram. Walaupun sebenarnya HET Rp 1800 perkilogram,” katanya.

Saat ditanya Djapos alasan kenaikan pupuk tersebut, H Akum menyarankan wartawan untuk melakukan konfirmasi ke kios penjual pupuk.

“Bisa ditanya langsung ke pemilik kios,” ucapnya.

Masih menurut H Akum, semestinya pihak Camat, Lurah maupun Babinsa mengawasi barang subsidi ini.

Pemilik kios pupuk urea di Mekarjati, Ahmad menjelaskan, untuk menebus pupuk urea di distributor sebesar Rp 1.790 perkilogram.

“Kalau benar distributor PUSJAB jujur yang seharusnya Rp 1.732 perkilogram ini yang membuat kios tidak menjual sesuai HET,” jelasnya.

Belum lagi kuli bongkar termahal diantara distributor yang lain. Biaya bongkar Rp 20 perkilogram.

“Yang lain biaya bongkar Rp 15 perkilogram. Tetapi Pusjab malah malah, capai Rp 20 perkilogram,” keluhnya.

Adapaun mengenai kenaikan pupuk urea ini, Dinas Pertanian Karawang belum memberikan keterangan secara resmi. Namun saat dikonfirmasi Djapos melalui ponsel selularnya, belum ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Berdasarkan penelusuran Djapos, selain di Mekarjati, terjadi hal serupa di Pakisjaya. Bahkan harganya mncapai Rp 2000 perkilogram.

Begitu juga di Telukjambe, harga pupuk urea Rp 2000 perkilogram. Sementara harga normalnya Rp1800/kilogram dan biaya bongkar sama Rp 20 perkilogram.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *