Akhirnya, 53 Ahli Waris Korban Rawagede Dapat Dana Hibah dari Belanda

korban-rawagede-karawang-ok

Oleh : Ujang S

Karawang, Djapos.com – Sebanyak 53 orang ahli waris korban Rawagede akan mendapatkan bantuan dana hibah berupa uang dari Pemerintah Belanda.  Kucuran dana hibah itu disambut dengan suka cita oleh ahli waris.

Lewat bantuan Kaswan, yang mengurus kelengkapan adminisrasi dan dokumen, kurang lebih satu tahun ini, para ahli waris sudah menunggu kucuran dana tersebut.

Adalah Tarsih (71) ahli waris dari Naiman, yang ditembak Belanda dan harus berpisah dengan ibunya. Dia ikut neneknya sejak kecil di Kampung Tarikolot, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok.

“Sungguh sangat menyedihkan hidup diwaktu kecil ditinggal orang tua laki-laki karena harus ikut dengan nenek. Kalau diperintah nenek belanja ke Bekasi, menyebrang Citarum dilarang menggunakan perahu, suruh nyebrang aja,” ungkap Tarsih.

Lain lagi dengan Lukman (75), ahli waris Siot, sudah satu bulan menunggu pencairan dana hibah dari Belanda. Kini dia telah pindah tempat tinggal di Indo Lampung, Sumatera.

Demi menunggu pencairan dana hibah, dia berada di Rawagede dan tinggal bersama adiknya.

“Sudah satu bulan saya menunggu,” katan Lukman.

Kepala Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, H Mamat, mengumpulkan ahli waris pada Senin (28/11/2016) di Aula Desa Balongsari. Menurutnya, korban tragedi Rawagede sebanyak 400 orang. Namun yang tercatat di batu nisan 181 orang.

“Dari 181 orang, ahli waris sebanyak 53 orang yang masih hidup,” katanya, saat diwawancara.

Kepada ahli waris, H Mamat juga menyampaikan, terkait dana hibah tersebut pemerintah Belanda sangat terbuka dan tidak ada yang ditutupi. Karena pihak desa didampingi dari Reskrim Polres Karawang, dengan membawa integritas dari pihak pemerintah Belanda kepada seluruh ahli waris.

Kepala Desa dan Kepolisian bekerjasama dengan KBRI dan Yayasan KUKB (Komite Utang Kehormatan Belanda) yang dipimpin oleh Jeffri M Pondaag untuk mengurus dana hibah dari pihak Belanda.

 “Kita terbuka semuanya, tidak ada potongan apa pun ke ahli waris,” kata H Mamat.

Ketua Yayasan K.U.K.B, Jeffri M Pondaag menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia juga mengetahui hal tersebut.

“Kita bukan musuh Belanda. Tetapi, Belanda memiliki utang ke Indonesia, salah satunya Rawagede, akibat peristiwa dahulu,” kata Jeffri.

Jeffri juga meminta perhatian kepada DPR RI, tak terkecuali Presiden Joko Widodo.

“Kita perlu perhatian dari wakil rakyat dan presiden untuk masalah ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *