Harga Pupuk Urea Melambung, Petani Karawang Beli ke Bogor

pusat-koperasi-jawa-barat

Oleh : Ujang S

Karawang, Djapos.com – Pemilik kios di 6 kecamatan, di Kota Pangkal Perjuangan keluhkan harga pupuk bersubsidi melambung tinggi. Sehingga orang Karawang memilih beli pupuk bersubsidi ke Kabupaten Bogor, dengan alasan harga lebih murah.

M Unung,  pemilik kios Tani Ramah, Desa Cinta Asih, Kecamatan Pangkalan, menyampaikan pupuk bersubsidi ini yang sebaiknya jadi kebanggaan orang Karawang ternyata hanya jadi penonton di kampung sendiri.

Menurutnya, PT Pupuk Kujang yang merupakan perusahaan BUMN yang ada di Karawang belum ada tindak lanjut kenaikan harga pupuk ini.

“Harga urea dari distributor Pusjab (Pusat Koperasi Jawa Barat) tidak punya perasaan tulus untuk memberikan harga sesuai harga eceran tinggi (HET). Maka kami disini Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru tidak bisa berbuat banyak, sehingga petani yang mencari yang murah ke Kabupaten Bogor, karena kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan berbatasan dengan Bogor,” kata Unung saat diwawancara Djapos di kiosnya,  pada Sabtu (10/12/2016).

Lanjut Unung, pembelian pupuk ke Bogor karena  distributornya masih punya hati, sehingga banyak petani lebih memilik membeli pupuk kesana karena lebih murah di bandingkan Karawang.

“Petani pastinya ingin harga murah, maka banyak yang membeli ke Bogor,” ujarnya.

Senada disampaikan Ibu Hajjah Amah, pemilik kios yang ada di Tegalwaru. Menurutnya, setiap tebusan pupuk urea harganya Rp1.790 perkilogram pada tanggal 22 November 2016 diatas truk.

Pihaknya mengaku kaget. Belakangan ini harga pupuk subsidi naik-turun. Namun saat ada pemberitaan di media sosial pada 3 Desember 2016, harga pupuk subsidi turun menjadi 1.770 rupiah perkilogram.

 “Lucu ya pak, barang subsidi turun naik. Sedangkan harga subdisi ditentukan oleh Presiden Republik Indonesia, bukan oleh distributor Pusjab Cecep Sutresna,SE. dan tidak kalah hebat distributor Pusjab adalah kulibongkar 20 rupiah perkilogram. Distributor lain hanya 15 rupiah perkilogram dan ditambah uang tip buat supir,” jelasnya.

Lainnya disampaikan, H Cahyan, pemilik Kios Sari Tani, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Bara. Ia  nebus pupuk subdisi  selalu 1.800 rupiah perkilogram diatas truk.

“Tapi setelah ada pemberitaan di Koran dan media sosial  kadang turun dengan harga 1.770 rupiah perkilogram. Bagaimana mau HET kalau saya protes diancam mau di coret oleh distributor,” kata Cahyan.

Ia mengharapkan  PT Pupuk Kujang yang berdomisili di Cikampek, Dinas Kehutanan, Perkebunan  dan Peternakan (Distanhtbunak) dan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) dapat memberikan solusi yang tepat atas kenaikan harga pupuk bersubsidi yang mencekik petani.

“Juga pihak kepolisian dan kejaksaan selalu penegak hukum dapat menindak oknum yang memenfaatkan situsi ini, karena demi kepentingan para petani di Karawang supaya kedepan distributor lebih amanah,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kehutanan dan Peternakan (Distanhutbunak), Kadarisman saat diwawacara wartawan, pada Selasa (13/12/2016), usai melakukan shalat Dhuha di Masjid Pertanian, menyebutkan rupanya ini Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) lemah dalam pengawasan.

“Padahal dibentuk bupati yang tiap tahun menerima anggaran,” singkatnya yang bergegas rapat di Distan.

Cecep Sutresna, SE selaku Distributor, membantah kenaikan pupuk bersubsidi. Pihaknya tetap ngotot dengan harga 1.770 rupiah perkilogram, tidak bisa turun lagi.

“Itu kan sudah turun 1.770 rupiah perkilogram,” jawab Cecep.

Sementara, penulusuran Djapos.com dilapangan harga jual pupuk subsidi distributor Pusjab ke kios pengecer yang melayani petani di 6 kecamatan di Karawang, yaitu Kecamatan Karawang Barat, kios dua sodara tani tanggal 23 November 2016 harga diaras truk 1.770 rupiah perkilogram dan bongkar 20 ribu rupiah. Tanggal 29 November 2016 di kiosnya 1.750 rupiah perkilogram dan supir tiap kali pengiriman minta jatah 50 ribu.

Lain hanya dengan kios Cepi Mandiri, Kecamatan Karawang Barat diambil digudang Pusjab harga 1.760 rupiah perkilogram.

Yang seharusnya diambil kurang dari 1.732 perkilogram yang sebagaimana dituangkan di SPBJ (Surat Perjanjian Jual Beli ) antara kios distributor Pusjab dengan kios pupuk.

Tidak kalah lagi dengan kios Karang Pohaci, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Diatas truk harga 1.820 rupiah perkilogram, ditambah bongkar 20 rupiah perkilogram.

Di Kecamatan Ciampel pupuk urea subsidi di ambilk sendiri ke gudang, Kios Pupuk Tani Mekarjaya, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel 1.820 perkilogram, setelah ada pemberitaan dimedia masa tanggal 17 November 2016 harga menjadi 1.770 rupiah perkilogram.

Di kecamatan Telukjambe Barat pupuk bersubsidi ini diambil ke gudang Pusjab harga 1.800 rupiah perkilogram. Setelah ada pemberitaan menjadi 1.770 rupiah perkilogram, Kios Ayu Tani Desa Kalangligar, Kecamamatan Telukjambe Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *