Dijanjikan Bekerja di Bali Lewat Facebook, Puluhan Pencari Kerja Malah Tertipu

 berita foto 123-korban(Nurohman (24) warga Kp. Cijingga Rt03/02 Desa Serang, Kec Cikarang Selatan, Kab Bekasi, salahsatu korban Penipuan kerja di Bali)

Bekasi, Djapos.com – Penipuan penerimaan lowongan kerja melalui sosial media (sosmed) kembali memakan korban. Sulitnya mencari kerja seperti sekarang ini, menjadi ajang penipuan oleh seseorang melalui sosmed sepeti Facebook (FB).

Adalah Nurohman (24) warga Kp. Cijingga Rt 03/02 Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, salahsatu korban yang terkena bujuk rayu dari akun Facebook (FB) dengan nama Eresst Aditya Ramdani yang menawarkan penempatan kerja di Bali.

Lewat Facebook, pelaku memakai nama akun Eresst Aditya Ramdani mengaku berasal dari Tasikmalaya dan bekerja disalah satu perusahaan asing yang bergerak di bidang pariwisata dan berlokasi di Bali.

Nurohman (24) salahsatu korban penipuan tersebut menyesal telah percaya begitu saja kepada si pelaku. Awalnya dia mengenal pelaku melalui FB dan pelaku mengaku sebagai HRD dibeberapa villa pulau Bali milik orang asing

berita foto 123-1 berita foto 123-2

(Pelaku Penipuan dengan memakai akun Facebook Eresst Aditya Ramdani)

“Dengan dijanjikan bekerja disebuah villa serta diiming-imingi gaji besar tanpa dipungut biaya, pelaku akhirnya mampu memperdaya puluhan korbannya, salah satunya termasuk saya,” kata Nurohman yang dihubungi via telephon dan posisi masih di Surabaya menunggu transfer dana dari keluarganya untuk ongkos pulang.

Masih menurut Nurohman, dia dan beberapa korban yang berasal dari Bekasi, diminta berangkat ke Surabaya. Sesampainya di Surabaya mereka di jemput pelaku dan ternyata ada puluhan pencari kerja (pencaker) dari berbagai daerah disana.

Modus pelaku adalah meminta menyerahkan uang, masing-masing sebesar Rp 1 juta, dengan dalih untuk membeli tiket pesawat terbang jurusan Surabaya-Bali. Dia berjanji semua ongkosnya akan diganti oleh pihak perusahaan saat tiba di Bali nanti.

“Setelah sekitar 22 orang pencari kerja menyerahkan uang, kami diminta untuk menunggu di terminal, sementara pelaku pergi untuk membeli tiket pesawat. Namun setelah sekian lama para korban menunggu, ternyata pelaku tidak kunjung kembali, bahkan nomhr handphone serta akun FB pelaku sudah tidak aktif lagi,” terangnya.

Sadar tertipu, saya terpaksa menelpon orang tua saya, dan minta ditransfer dana untuk ongkos pulang ke Bekasi.

Sampai saat ini Nurohman masih berada di Surabata dan dia juga tidak tahu dengan nasib para korban yang lainnya.

karena saya juga tidak bisa berbuat apa-apa,” tutup Nurohman dengan suara parau.

 

Reporter : Ray, Her

Foto : dok/DJP/r4y/her

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *