Dianggap Pakai Logo Tanpa Izin, Ini Bantahan FPII Terhadap Berita Lima

 logo FPII ok

Forum Pers Independen Indonesia (FPII) siap menggelar aksi demo lanjutan terhadap kebijakan Dewan Pers. (dok/DJP/goes/r4y/FPII)

Jakarta, Djapos.com – Rencana aksi demo lanjutan Forum Pers Independen Indonesia (FPII) terkait penolakan terhadap kebijakan Dewan Pers (DP) yang akan digelar bulan April mendatang telah dimatangkan oleh pihak Sekretaris Nasional (Setnas) FPII. Baik Baliho dan lainnya sudah mulai dipersiapkan dan akan segera di cetak dan di sebar.

Hampir seluruh media yang tergabung dalam FPII telah mengirimkan logo medianya untuk dimasukkan kedalam Baliho dan perlengkapan publikasi lainnya. Untuk logo yang dikirimkan ke Setnas sudah tentu melalui persetujuan pemilik media yang masuk dalam keanggotaan FPII.

Namun terjadi polemik terhadap pemasangan logo media www.beritalima.com di dalam baliho milik FPII yang diprotes langsung oleh Pemilik logo tersebut.

Dalam hal ini, Seknas FPII Mustofa Hadi Karya dalam rapat terbatas yang digelar oleh FPII langsung memberikan klarifikasinya.

“Ada media yang merasa tidak diberitahukan logo medianya (www.beritalima.com) yang dimasukkan ke dalam baliho digital sebagai media yang mendukung aksi FPII. Padahal sudah diumumkan jauh sebelumnya bagi para wartawan yang tergabung dalam FPII, yang siap memasang logo medianya harus membicarakan terlebih dahulu dengan pemilik media. Jika disetujui, kami sebagai pengurus Setnas FPII akan memasangnya.” jelas Mustofa Hadi Karya saat dijumpai sesaat setelah rapat terbatas dibilangan Jakarta Selatan (28/03/2017).

Lanjut pria yang biasa disapa Opan ini,  bahwa para wartawan yang tergabung di FPII harus berkordinasi dengan Pimpinan Redaksi dan Pimpinan Umumnya terlebih dahulu sebelum logo medianya dipasang sebagai aksi dukungan FPII.

“Logo media itu dikirimkan ke group FPII oleh wartawan dari media tersebut. Jadi wajar jika kami berpikir dia (yang memberikan logo) sudah mendapatkan ijin dari Pimpinan Redaksinya. Namun terlihat konyol, media tersebut justru membantah dalam judul beritanya ‘Dewan Pers Didemo, Ini Bantahan Berita Lima’ yang dirilis pada Selasa (28/3/2017),” Sindir Opan.

Menurut Opan, sedikitnya terdapat 200 media se-Nasional baik cetak, online dan TV Lokal yang mendukung aksi kedua FPII di gedung Dewan Pers (DP), DPR RI dan Kominfo, pada Kamis mendatang, 06 April 2017. Ini sebagai aksi penolakan kebijakan DP mulai dari verifikasi media, QR Code, sampai kepersoalan Panja RKUHP yang dipandang FPII bisa menjadi persoalan serius terkait dengan kemerdekaan Pers di Indonesia.

“Oleh karena itulah FPII meminta agar media yang mendukung aksi kedua FPII menunjukkan dukungannya dengan bersedia menyertakan logo medianya dalam Baliho Digital FPII,” jelas Opan.

Diketahui, polemikpun muncul ketika PT. Media Berita Lima, selaku pemilik media www.beritalima.com dalam situsnya merilis pernyataan sikap menolak Logonya dicantumkan dalam Baliho dukungan Aksi FPII itu.

“Berita Lima bukan merupakan anggota dari gerakan tersebut dan meminta agar pihak yang mencantumkan nama serta logo Berita Lima segera mencabut dan tidak menyebarkan selebaran tersebut dengan mencatumkan nama Berita Lima,” tegas Pemimpin Redaksi sekaligus CEO Berita Lima, Moch. Efendi, melalui siaran pers, Selasa (28/3/2017).

Dengan tegas, Ketua Setnas FPII pun menyatakan sikapnya terhadap Berita Lima, bahwa FPII tidak akan pernah mencantumkan logo media-media dalam baliho digital tanpa ada ijin dari Pemilik maupun pimpinan media untuk dukungan aksi “Wartawan / Media Independen Menggugat” yang digelar FPII.

“Jika kami mengetahui wartawan Berita Lima yang menyerahkan Logo tersebut tidak mendapat izin pemilik, maka tentu saja kami tidak akan mencantumkan Logo Berita Lima dalam baliho digital. Ini hak jawab kami tentang pemberitaan Berita Lima dalam situsnya tersebut yang menurut saya sangat kurang pas dalam membuat pernyataan yang sudah dipublikasikan, seharusnya pimpinan media tersebut bisa lebih bijak dan santun, kami juga bersahabat dengan saudara Efendi pimpinan Berita Lima.”  Pungkasnya.

Sementara itu, terhadap tudingan yang menyebut FPII sebagai organisasi yang terlihat memusuhi Dewan Pers,  dibantah keras oleh Kasihhati selaku Ketua Presidium FPII.

Kepada Wartawan, Kasihhati mengatakan bahwa kehadiran FPII bukanlah musuh Dewan Pers, tetapi hadirnya FPII sebagai kontrol kinerja DP sekaligus menolak kebijakan kebijakan DP yang dianggap menyimpang dari UU Pers No.40/1999 terkait kemerdekaan pers.

 

Reporter : Goes, Ray

Foto : dok/DJP/r4y/goes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *