Jakarta Selatan Marak Bisnis Prostitusi Berkedok Panti Pijat Tradisional

Foto Berita 147
Keberadaan panti pijat tradisional plus-plus berkedok aroma Therapy kian marak.

Jakarta, Djapos.com – Warga Jakarta Selatan akhir akhir ini kian resah. Pasalnya, keberadaan panti pijat tradisional plus-plus berkedok aroma Therapy kian marak dan bebas beroperasi di lingkungan tempat mereka tinggal.

Diantaranya terpantau di Jalan Raya Pasar Minggu, samping kantor Republika, Pejaten, Poltangan, Tanjung Barat, dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Di kawasan tersebut geliat bisnis prostitusi yang disajikan panti pijat tradisional berkedok Aroma Therapy itu jadi makin marak, bahkan kian menjamur. Sehingga terkesan di mata publik, adanya pembiaran oleh pihak terkait.

“Sudah jadi rahasia umum, panti pijat tradisional disini banyak yang memberikan layanan plus-plus. Kalau mau bukti, silahkan saja cek sendiri,” tutur Roby (50), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada djapos.com, Jumat (14/07/2017) lalu.

Berdasarkan investigasi di lapangan, setidak nya ada belasan panti pijat tradisional yang beroperasi sejak siang hari hingga malam di kawasan tersebut. Tiga diantaranya berada tidak jauh dari underpass Pasar Minggu.

DWI-RATNA-WEB
Dwi Ratna, SE, MM, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta

 Menanggapi fenomena itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dwi Ratna baru-baru ini mendesak Satpol PP DKI agar segera menggelar razia panti pijat tradisional yang di sinyalir telah lama menyelenggarakan praktek prostitusi pijat plus di wilayah Jakarta Selatan.

Ditegaskan hal itu jelas melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan usaha, pariwisata hiburan malam, yang berlaku.

“Satpol PP jangan tutup mata, atau jangan jangan malah sudah main mata dengan pengelola. Tegakkan Perda Nomor 6 Tahun 2015. Kalau perlu jatuhkan sanksi seberat-beratnya. Jika ada kedapatan petugas bermain, saya akan proses,” tegas Ratna saat di temui dikantornya, gedung DPRD DKI Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

 

Reporter : Goesti

Foto : dok/DJP/Goesti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *