PT FSW Diduga Bongkar Trotoar Milik Negara

foto berita 144-3
Trotoar yang berada di Jalan Fathahillah, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi tersebut disulap menjadi jalan keluar masuk kendaraan. Diduga pembongkaran trotoar tengah jalan itu untuk keluar masuk kendaraan milik PT. FSW.

Cikarang, Djapos.com – PT. Fajar Papper Wisesa (FSW) diduga membongkar trotoar (Media  Jalan) milik negara. Trotoar yang berada di Jalan Fathahillah, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi tersebut disulap menjadi jalan keluar masuk kendaraan. Diduga pembongkaran trotoar tengah jalan itu untuk keluar masuk kendaraan milik PT. FSW.

Pembongkaran trotoar sendiri dikeluhkan Warga Cikarang Barat. Salah seorang warga yang melintasi jalan mengeluhkan tindakan pembongkaran yang dilakukan PT. FSW tersebut.

Dikatan dia, seharusnya median jalan yang berada di tengah jalan negara itu tidak dibongkar, karena bisa menambah kemacetan dan rawan kecelakaan.

“Itu kan aset negara, masa dibongkar seenaknya hanya untuk kepentingan perusahaan, pastinya ada kepentingan dengan dibongkarnya median ditengah jalan itu,” kesalnya.

Menurut dia, dibongkarnya media jalan itu diduga adanya kepentingan fajar papper, apalagi kalau sampai Dinas Perhubungan (Dishub) tidak mengetahuinya.

“Bohong aja sih kalau Dinas Perhubungan tidak tahu. Saya menduga dibongkarnya median jalan itu ada hubunganya Dishub dengan fajar paper,” cetusnya.

Salah satu pegawai Kecamatan Cikarang Barat yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi terkait pembongkaran trotoar tersebut menyatakan, pihak kecamatan tidak punya kewenangan.

“Mungkim langsung ke PU, itu kan bukan kewenangan kita,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Aep Saipul Rohman mengungkapkan, apapun kondisi median jalan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi jelas harus tahu. Dikatakan dia, kalau memang pihak perusahaan sudah mempunyai ijin, paling tidak Dishub Kabupaten Bekasi menunjukan surat-suratnya.

“Harus ditunjukin dong dokumennya, kalau mengetahui pasti ada oret-oretanya. Jangan cuma bilang Dishub cuma mengetahui. Ini negara bung, bukan warung kopi. Harus jelas kalau memang ada izin pembongkaran median jalan itu, maka Dishub wajib menunjukkan,” tegasnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *