Ketua Dewan Sebut Kehadiran Kabid Bangunan Negara Cukup Bagus

Kepala BKPPD Mengaku Belum Tahu

berita foto 149
‘FingerPrint’ yang berada disalah satu dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi.

 

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi, Edi Supriadi mengaku belum mengetahui persentase kehadiran Kabid Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro.

Saat dihubungi Djapos.com melalui ‘Handphone’ nya Edi menyatakan akan menanyakan terlebih dahulu kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Adang Sutrisno.

“Nanti ya saya kabarin lagi. Saya mau tanyakan terlebih dahulu ke Adang (Kepala Dinas PUPR-red) terlebih dahulu,” tuturnya singkat.

Terkait hal itu, kritik terhadap pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar terus berdatangan. Kritik tersebut datang dari kalangan internal legislatif sendiri. Pernyataan Sunandar selaku Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi yang terkesan membela Kabid Bangunan Negara, Benny Sugiarto Prawiro yang beberapa waktu lalu menuai kontroversial karena tidak memenuhi undangan rapat kerja dengan DPRD.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tata Saputra menilai Sunandar terkesan membela Benny yang diduga mengendahkan panggilan dewan untuk rapat kerja.

“Harusnya Nandar sebagai pimpinan kami menjadi corong lembaga legislatif. Ini masa malah menyatakan absensi Benny cukup bagus,” singgung Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Dikatakan dia, seharusnya Ketua DPRD bisa menjamin kehadiran Benny dalam undangan rapat berikutnya. Sehingga lanjut dia, sebagai lembaga legislatif tidak merasa dilecehkan oleh orang sekelas Kabid Bangunan Negara.

“Beliau kan Pimpinan kami, panggil dong dan pastikan yang bersangkutan dijamin datang. Selesaikan apa permasalahan, cari solusi dengan duduk bersama. Bukan justru kirim rilis ke media yang isinya begitu‎an. Harusnya malu, level Ketua Dewan tapi seperti Humas Kabid,” ujarnya.

Sementara itu ‎Ketua Fraksi Partai Demokrat, Taih Minarno, mempertanyakan motif dibalik statement pembelaan tersebut. Menurutnya, sekelas Katua DPRD yang membeberkan persantase kehadiran Kabid ke publik sangatlah tidak lazim.

“Saya curiga ada udang di balik batu.‎ Dia (Sunandar-red) Ketua DPRD loh, kok malah menjelaskan absensi finger print Kabid ke media. Gak level itu, bisa turun kredibilitasnya sebagai pimpinan. Harusnya tinggal pamggil saja BKD nya dan suruh cek,” katanya.

Diketahui, ‎beberapa hari yang lalu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar, disalah satu media online menyatakan klarifikasi tudingan ketidakharmonisan hubungan Legislatif dengan Kabid Bangunan Negara. Sunandar mengklarifikasi alasan ketidakhadiran Kabid atas undangan DPRD.

Sunandar juga mengakui kalau saat ini pihaknya telah dapat berkomunikasi dengan baik dengan Kabid yang dimaksud. Selain itu,‎ Sunandar juga mengaku telah meminta Sekretaris BKPPD Kabupaten Bekasi, Hanif Zulkifli untuk membuka  ‘record’ absensi ‘ finger print’ dan menilai absensi Kabid Bangunan Negara cukup bagus dan menganggap persoalan sebelumnya merupakan ‘miss communication’ saja

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *