Bangunan Sekolah Ini Dibongkar, Berita Acara Pembongkaran Asetnya Dipertanyakan

Foto Berita 150-4
Kondisi gedung SMP Negeri 1 Cikarang Selatan setelah dilakukan pembongkaran.

 

Cikarang Selatan, Djapos.com – Kondisi gedung SMP Negeri 1 Cikarang Selatan telah rata dengan tanah pasca dilakukan pembongkaran. Mekanisme pembongkaran gedung sekolah yang akan direhab total pada tahun 2017 ini pun patut dipertanyakan.

Pasalnya, Gedung SMP Negeri 1 Cikarang Selatan merpakan aset milik daerah. Sehingga, sebelum dilakukan pembongkaran seharusnya dibuatkan berita acara pembongkaran aset milik daerah yang diajukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Kompi, Ergat Bustomi mempertanyakan berita acara pembongkaran gedung SMP Negeri 1 Cikarang Selatan. Menurut dia, bangunan sekolah yang akan dilakukan rehab tidak semata-mata tinggal merobohkan gedung yang sudah ada.

“Harus ditempuh dong mekanismenya seperti apa bila aset daerah yang akam dilakukan pembongkaran. Jangan main ratain saja, ini kan bangunan milik negara bukan milik pribadi,” singgung pria berkumis ini.

Ergat menyarankan pihak terkait untuk segera membuat surat permohonan izin bongkar gedung kepada pemerintah daerah. Agar kedepanya lanjut dia, semua barang yang ada di sekolah tersebut tercatat dalam buku invetaris aset.

“Jangankan gedung sebesar itu, yang namanya milik pemerintah barang sekecil apapun harus dicatat dalam buku iventaris aset. Kan jelas ada pengelolaan aset daerah,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Juhandi melalui pesan singkat mengaku belum mendapatkan laporan pembongkaran gedung SMPN 1 Cikarang Selatan. Dikatakanya, BPKAD hanya mencatat atas laporan dari SKPD terkait.

“Saya belum dapat laporannya bang. Kalau bisa tanya melalui dinasnya saja dulu, karena yang mengelola aset disana (Dinas Pendidikan-red). Kita hanya mencatat atas laporan SKPD terkait,” tuturnya saat dikonfirmasi Djapos.com melalui pesan singkat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Maman Agus Supratman saat dihubungi Djapos.com menyatakan proses laporan pembongkaran aset saat ini sedang dalam proses penghapusan aset. “Saat ini sedang proses penghapusan aset,” ujranya singkat.

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam APBD tahun 2017 mengalokasikan anggaran Revitalisasi/Rehab Total SMP Negeri 1 Cikarang Selatan sebesar Rp. 45 miliar lebih. Dan pekerjaan proyek tersebut dikerjakan PT. TBA dengan nilai sekitar Rp. 42,8 Miliar.

Dari pemantauan Djapos.com, saat ini pihak rekanan dalam proses pengerjaan. Namun, hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan dari pihak rekanan yang mengerjakannya. Pihak sekolah dan komite sekolah juga belum bisa ditemui untuk dikomfirmasi mengenai hal tersebut.

Padahal seharusnya sebelum melakukan pembongkaran pihak rekanan menunggu proses penghapusan aset dan pencatatn iventaris aset.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *