Ditanya Surat Pembongkaran Gedung Sekolah, Kepsek Ini Bilang Rahasia Negara, Tanya Saja Sama Bupati

Foto Berita 159
Kasmiyanto, Kepala SMPN 1 Cikarang Selatan.

 

Cikarang Selatan, Djapos.com – Kepala SMP Negeri (SMPN) 1 Cikarang Selatan, Kasmiyanto mengaku sudah mengajukan surat permohonan pembongkaran gedung. Saat dihubungi Djapos.com, Kasmiyanto menjelaskan pembongkaran gedung sekolah yang dipimpinnya sudah melalui mekanisme.

“Waah, udah kok surat pengajuanya sudah ada, kami sudah ajukan sejak 6 Juni 2017 lalu. Udah ada di Bupati, tanyakan saja. Surat tanda terimanya juga ada kok,” ujarnya.

Kasmiyanto mengatakan, gedung SMPN 1 Cikarang Selatan tidak mungkin dibongkar kalau belum ada surat permohonan pembongkaran dan jawaban dari Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

“Gak mungkin dibongkar sama kontraktornya kalau tidak ada surat pengajuannya. Dan itu kan urusan Bupati, bukan urusan sekolahan. Lengkap suratnya tanda tangan dia (Bupati-red) juga ada,” katanya.

Saat ditanya nomor surat yang pengajuan pembongkaran aset gedung sekolah tersebut, Kasmiyanto berdalih kalau surat itu rahasia negara yang tidak boleh diperlihatkan.

“Rahasia negara bang gak boleh saya liatin. Kecuali kejaksaan atau penegak hukum yang meminta baru saya berikan,”  elaknya.

Berbeda dengan Kasmiyanto, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupeten Bekasi, Juhandi  mengaku belum mendapatkan laporan pembongkaran gedung SMPN 1 Cikarang Selatan.

“Saya belum dapat laporannya. Kalau bisa tanya melalui dinasnya saja dulu, karena yang mengelola aset disana (Dinas Pendidikan-red). Kita hanya mencatat atas laporan SKPD terkait,” tuturnya saat dikonfirmasi Djapos.com melalui pesan singkat.

Foto Berita 150-4
Kondisi gedung SMP Negeri 1 Cikarang Selatan setelah dilakukan pembongkaran.

Menanggapi itu, Ketua LSM Kompi, Ergat Bustomi menilai Kepala SMPN 1 Cikarang Selatan harusnya menunjukan bukti penjauan izin pembongkaran gedung sekolah yang diakui sudah dibuat oleh pihak sekolah.

Disinggung Ergat, selaku kepala sekolah Kasmiyanto tidak sepatutnya menutup-nutupti surat tersebut kalau memang benar sudah dibuat.

“Buktikan dong kalau ada. Paling tidak beberin berapa nomor suratnya. Kan pasti ada nomor suratnya. Jangan cuma bilang sudah ada tapi tidak bisa buktikan dengan dalih rahasia negara. Ini era transparansi tak seharusnya dia bicara seperti itu,” tegas Ergat.

Ergat juga mengaku akan melaporkan pembongkaran gedung sekolah tersebut ke inspektorat. Selain itu kata Ergat, DPRD Kabupaten Bekasi diminta memanggil kepala sekolah dan rekanan kontraktor yang mengerjakannya.

“Kalau inspektorat menunggu laporan, kami akan buat laporan dan akan segera melaporkan dalam waktu dekat ini. Dewan juga jangan tutup mata harusnya panggil kontraktor yang main bongkar gedung sekolah itu dan panggil pihak sekolahnya. Kan gedung sekolah aset negara, jadi ada aturan yang harus dipatuhi baru dibongkar,” tegasnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Berita Sebelumnya :

Pembongkaran SMPN 1 Cikarang Selatan, Inspektorat Tunggu Laporan

Bangunan Sekolah Ini Dibongkar, Berita Acara Pembongkaran Asetnya Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *