⁠⁠⁠Anggaranya ‘Diserap’, Sarana Olahraga Dekat Rumah Dinas Bupati dan Wabup Bekasi ‘Amburadul’

Foto berita 172-3
Kondisi lapangan Futsal yang berdekatan dengan rumah dinas Bupati dan Wabup Bekasi terlihat seperti tidak tersentuh perawatan. Padahal anggaran perawatannya mencapai Rp 862 Juta.

Cikarang Pusat, Djapos.com –   Kondisi sarana olahraga yang berdekatan dengan rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bekasi terlihat ‘amburadul”. Padahal dalam APBD tahun 2016 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Bagian Umum, Sekretariat Daerah mengalokasikan anggaran Pemeliaharaan Lapangan Futsal dan Lapangan Tenis sebesar Rp 862 Juta.

Permasalahan pemeliharaan sarana olah raga ini menjadi satu di antara 23 rekomendasi DPRD  Kabupaten Bekasi terhadap penggunaan laporan Pertanggungjwaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2016.

Dalam rekomendasi DPRD Kabupaten Bekasi terhadap P2APBD Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2016, Wakil Ketua DPRD, Daris meminta untuk dilakukannya audit ulang terhadap realisasi keuangan dan realisasi fisik kegiatan peemilaharaan lapangan futsal dan lapangan tenis.

“Kami meminta agar dilakukam audit ulang terhadap realisasi fisik dan realisasi keuangan kegiatan yang ada di Bagian Umum tersebut. Dan meminta menindaklanjuti kepada lembaga penegak hukum yang berlaku,” kata H. Daris, SH, kepada Djapos.com saat membacakan salah satu ‘point’ rekomendasi yang dileluarkan DPRD Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pantauan Djapos com, kedua sarana olah raga yang berada berdekatan dengan rumah dinas Bupati dan Wabup Bekasi tersebut terlihat seperti tidak tersentuh perawatan. Kondisi rumput lapangan futsal nampak tergelupas dan kondisi jaring gawang yang tidak terpasang, selain itu kondisi tiang gawang yang keropos dan bangku penonton yang salah satu kakiny terbuat dari besi terlihat hancur dengan karat.

Untuk diketahui alokasi anggaran Pemeliaharaan Lapangan Futsal dan Lapangan Tenis pada Bagian Umum Sekretariat Daerah tahun 2016 sebesar Rp 862.000.000 dengan realisasi keuangan sebesar Rp 845.992.400 atau 98,14 persen.

Hanya saja, serapan anggaran tersebut tidak sesuai dengan realisasi fisik atau kondisi di lapangan.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *