⁠⁠⁠Inspektorat: Kalau Memang Tidak Sesuai, Kita Akan Laporkan

Nilai Aset SMPN 1 Ciksel yang Dibongkar PT. TBA Belum Diketahui?

Proyek Revitalisasi SMPN 1 Ciksel bernilai Rp42 Miliar yang dikerjakan PT. TBA. Namun pekerjaan penggalian dan pengangkutan tanah diduga menggunakan alat seadanya seperti gerobak.

 

Cikarang Selatan, Djapos.com – Inspektorat mengaku masih mempelajari pengaduan terkait pembongkaran (SMPN) 1 Cikarang Selatan (Ciksel) yang dilakukan PT. Tangga Batujaya Abadi (TBA). Hal itu dikatakan Kepala Inspektorat Kabupaten Bekasi, Darmizon, saat dihubungi Djapos.com, Kamis (03/08/2017).

Dikatakan Darmizon, laporan mengenai pembongkaran gedung SMPN 1 Ciksel yang dilaporkan LSM Kompi saat ini ditangani Inspektur Pembantu (Irban) IV, Deni Hartaji.

“Sedang ditangani sama Deni Irban IV dan masih dipelajari, kalau nanti memang tidak sesuai aturan, kita akan laporkan kepada Bupati,” katanya.

Sementara itu Irban IV, Deni Hartaji mengaku belum melakukan pemanggilan. Alasannya, kata dia, saat ini sedang dalam tahapan pembentukan tim.

“Belum kita panggil dan belum dimintai keterangan, sedang dalam pembentukan tim, ada tahapan-tahapannya,” kata Deni.

Deni juga mengaku belum mengetahui berapa nilai aset gedung yang saat ini sudah rata tersebut.

“Nilai asetnya saya juga belum tahu. Nantilah, nanti dikabarin,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komite SMPN 1 Ciksel, Cecep Nur mengaku tidak mengetahui dikemankan aset dari pembongkaran gedung tersbit. Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini mengklaim penghapusan aset sudah dilakukan sesuai aturan.

“Kalau penghapusan aset sudah dilakukan. Nah secara fisik kan sudah dibongkar oleh kontraktor, itu saya tidak tahu dikemanakan fisiknya. Kan ada genting, besi, tanah-tanah yang lebih dan ada barang-barang yang masih bisa terpakai, kalau itu saya tidak tahu akan dikemanakan,” katanya.

Dari pemantauan Djapos.com, Aset berupa fisik dari sisa pembongkaran gedung sekolah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan tersebut sampai saat ini masih tertumpuk dilahan yang kini sudah di ratakan oleh PT. TBA itu. Beberapa barang milik sekolah juga terlihat berada di sebuah Musholla sekolah.

Proyek bernilai puluhan miliar tersebut diduga minim pengawasan. Hal ltu terlihat pada saat Djapos.com mencoba melakukan konfirmasi di lokasi tersebut tidak terdapat pengawas yang bisa dimintai konfirmasi.

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi pada APBD 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran Revitalisasi/Rehab Total SMP Negeri 1 Cikarang Selatan sebesar Rp 45,3 miliar. Pekerjaan proyek tersebut dikerjakan PT. Tangga Batujaya Abadi (TBA) dengan nilai kontrak sebesar Rp 42,8 Miliar.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *