⁠⁠⁠’Tahun Politik’ Anggaran Pemeliharaan Gedung ‘Melambung’, Realisasi Fisiknya ?

Ilustrasi salah satu pekerjaan pemeliharaan gedung.

Cikarang Pusat, Djapos.com –  Realisasi anggaran Pemeliharaan Lapangan Futsal dan Tenis yang dialokasian pada APBD 2016 mendapat ‘sorotan’ dari DPRD Kabupaten Bekasi. Bahkan dalam rekomendasinya, DPRD Kabupeten Bekasi meminta dilakukannya audit ulang serta ditindaklaklanjuti kepada lembaga penegak hukum terhadap pemeliharaan sarana olarahraga yang berdekatan dengan rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) tersebut.

“Kami meminta agar dilakukan audit ulang terhadap realisasi fisik dan realisasi keuangan kegiatan yang ada di Bagian Umum tersebut. Dan meminta menindaklanjuti kepada lembaga penegak hukum yang berlaku,” kata H. Daris, SH, kepada Djapos.com saat membacakan salah satu ‘point’ rekomendasi yang dileluarkan DPRD Kabupaten Bekasi, belum lama ini.

Menurut salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak mau disebutkan namanya, anggaran dari pekerjaan pemeliharaan lebih ringan dibandingkan dengan biaya perbaikan. Masih menurut sumber,  lapangan futsal dan tenis merupakan sarana olahraga yang seharusnya dialokasikan pada dinas yang berkaitan dengan sarana olahraga.

“Sarana yang lebih besar dari itu saja anggaran pemeliharaannya ‘gak’ sampai Rp500 Juta-an. Seharusnya bisa disesuaikan dengan tingkat intensitas pemakaiannya. Kalau biaya perawatan itu lebih ringan dari biaya perbaikan, kalau biaya perbaikan bisa disesuaikan dengan jenis barang atau peralatan yang rusak,” ujarnya.

Untuk diketahui, anggaran Pemeliharaan Lapangan Futsal dan Tenis dalam APBD 2016 dialokasikan sebesar Rp 862.000.000 dengan realisasi keuangan sebesar Rp 845.992.400 atau 98,14 persen dan realisasi fisik 100 persen. Anehnya, dengan alokasi anggaran sebesar itu kondisi fisik lapangan futsal dan tenis seperti tidak tersentuh perawatan.

Selain itu DPRD Kabupaten Bekasi juga ‘menyoroti’ realisasi anggaran Pemeliharaan Rumah Dinas Sekda dialokasikan sebesar Rp Rp1.247.750.000 dengan realisasi keuangan sebesar Rp1.113.743.000 atau 89,26 persen dan realisasi fisik sebesar 96,05 persen, serta realisasi anggaran Pemeliharaan Mess Mahasiswa milik Pemkab Bekasi di Jogjakarta senilai Rp550.000.000 dan Pemeliharaan Mess Pemda di Bandung Sebesar Rp583.000.000.

Dimana DPRD Kabupaten Bekasi menyebutkan bahwa pemeliharaan Mess di Jogjakarta  hanya dibelanjakan sebesar Rp15.000.000 dan di Bandung sebesar Rp28.500.000.

Dari data yang ada pada Djapos.com anggaran Pemeliharaan Lapangan Futsal dan Tenis dan anggaran Pemliharaan Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi tahun 2016 lalu, ternyata jauh lebih besar di bandingkan dengan anggaran Pemeliharaan Masjid Nurul Hikmah yang berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, dimana anggaran Pemeliharan Masjid Pemeliharan Nurul Hikmah sebesar Rp550.000.000 dengan realisasi sebesar Rp521.000.000.

Bukan itu saja, pada tahun 2016 yang disebut-sebut ‘tahun politik’, alokasi anggaran Pemeliharaan kantor-kantor Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi meningkat drastis di bandingkan dari tahun 2015.

Jika dilihat pada tahun 2016, anggaran Pemeliharaan Kantor Kecamatan Tambun Utara sebesar Rp1.191.000.000, Pemeliharaan Kantor Kecamatan Tambelang sebesar Rp913.000.000 serta Pemeliharaan Kantor Kecamatan Cikarang Barat sebesar Rp775.000.000 yang ‘melambung’ dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2015 alokasi anggaran untuk pemeliharaan kantor untuk per-kecamatan hanya sebesar Rp390Juta.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *