Komisi IV DPRD Kab Bekasi, Nyumarno : Kasus Gizi Buruk Jangan Terulang Lagi

Soal Gizi Buruk di Kabupaten Bekasi

Nyumarno, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Terkait masalah gizi buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi diminta tidak bungkam. Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi harus memiliki program yang jelas. Agar tidak terjadi kembali penanganan gizi buruk terlantar seperti kasus yang terjadi pada Haikal. Hal itu dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

“Saya meminta ke depannya tidak boleh saling lempar tanggung jawab, tidak boleh tidak punya data tentang warga gizi buruk. Dinkes harus memiliki data mana warga miskin tidak mampu atau warga Kabupaten Bekasi yang tergolong gizi buruk. Kasus gizi buruk jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Dengan demikian kata Nyumarno, ke depan Pemkab Bekasi harus mengatisipasi dengan melakukan alokasi anggaran untuk program-program pencegahan gizi buruk.

Bidang Sarana dan Farmasi, lanjut dia bisa melakukan pembelian obat ataupun vaksin yang disalurkan ke puskesmas. Program ksusus gizi buruk tambah dia, harus ada dan jelas. 

“Dimulai dari program Preventif seperti sosialisasi terhadap ibu hamil, menumbuhkan budaya pentingnya hidup sehat pada ibu hamil, pemberian vitamin atau asupan gizi pada calon bayi melalui ibu Hamil, sampai dengan pemberian bermacam vitamin atau imunisasi pada bayi yang sudah lahir. Semua tergantung kemauan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, harus ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa dan puskesmas untuk menangani persoalan gizi buruk. Dikatakannya, peran serta masyarakat sangat penting dalam mengatasi permasalahan gizi buruk.

“Harus ada koordinasi yang baik antara puskesmas, pemerintah desa dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinkes untuk bersama-sama mengatasi permasalahan gizi buruk. Terakhir saya berpesan, agar peran serta masyarakat untuk menumbuh kembangkan budaya hidup sehat dan pola makanan yang bergizi. Dan untuk ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya. Mari kita sama sama perangi gizi guruk,” tutupnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *