Penyidikan Pengadaan Buku Perpustakaan Dihentikan Kejari Kab Bekasi

Beberapa buku yang berada di perpustakaan milik Pemkab Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menghentikan penyidikan dugaan penyimpangan Pengadaan Buku Perpustakaan. Hal itu diungkapkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari, Rudi Panjaitan, Kamis (10/08/2017) kemarin.

“Proses penyidikan tidak kami lanjutkan. Pejabat yang bersangkutan sudah kami mintai klarifikasi. Dan tidak ada unsur penyalahgunaan anggaran setelah kami kaji dokumen dan informasi yang dikumpulkan,” katanya.

Selain itu, kata Rudi, dari konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi dasar pertimbangan.“Pejabat yang bersangkutan juga sudah mengklarifikasi dan sudah melakukan konsultasi dengan LKPP sebelumnya,” ujarnya.

 

Kinerja Kejari Kabupaten Bekasi Dipertanyakan

Sementara itu Direktur Center Of Buggeting Analisys (CBA) Ucok Sky Kadhafi mempertanyakan kinerja Kejari Kabupaten Bekasi. Menurutnya, penghentian penyelidikan dugaan penyimpangan pengadaan buku perpustaakaan dinilai sangat prematur.

“Perlu ada pendalaman dalam mengungkapnya. Harusnya kejaksaan menggandeng BPK (Badan Pemeriksa Keuangan-red) atau juga BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan-red) untuk mengetahui apakah ada kesalahan administrasi atau keuangan Negara,” tegasnya.

Kejaksaan lanjut dia, seharusnya memeriksa buku yang dibelikan dalam pengadaan tersebut. “Perlu diketahui dan diperiksa, buku yang dibelikan dalam pengadaan tersebut itu terdaftar di e-katalog tidak,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi), Ergat Bustomi. Menurutnya, buku yang dibelikan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi diduga buku yang beberapa penerbitnya belum terdaftar dalam e-katalog.

“Kan jelas di dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran-red) dapar dilihat rinciannya buku apa saja yang dibelikan. Sudah dilakukan pemeriksaan belum. Volumenya sudah sesuai apa tidak,” ujarnya.

Kalau kejaksaan memerlukan data bantuan, lanjut dia, kami siap memberikan data yang kami miliki beserta dokumen hasil investigasi yang kami lakukan.

Diketahui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi dalam APBD 2015 menggelontorkan anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan sebesar Rp 500 juta dan Rp 1 miliar pada tahun 2016. Dalam pelaksanaannya pengadaan buku tersebut dibelanjakan tanpa melalui tender atau lelang.

Berikut data buku yang dibelanjakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi yang tertera dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2016 yang dibelanjakan dalam tiga tahap yakni Triwulan I Rp 368.858.000, Triwulan II Rp 355.167.000, dan Triwulan III Rp 275.975.000 :

  • Belanja Pengadaan buku Ilmu Keagamaan satu paket Rp 110juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Ilmu Sosial satu paket Rp 110juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Ilmu Bahasa satu paket Rp160juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam satu paket Rp 90juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Pengetahu Ilmu Praktis satu paket Rp 110juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Arsitektur, Kesenian dan Olahraga Rp 80juta.
  • Belanja Pengadaan Buku Geografi, Biologi dan Sejarah Rp 85juta.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *