Tahun Ini Digelontorkan Rp 147 Juta, Mess Mahasiswa di Jogjakarta ‘Mendadak Berubah’

Kondisi bangunan Mess Mahasiswa milik Pemkab Bekasi yang berada di Jogjakarta, Senin, (14/08/2017) nampak berubah. Saat ini atapnya sudah sudah berganti dengan genting.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di tahun 2017 ini melakukan kegitan Pemeliharaan Rutin/Berkala Bangunan Gedung Mess Mahasiswa milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang berada di Jogjakarta.

Terlihat dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan tersebut dianggarkan sebesar Rp 147.033.000 Pekerjaanya sendiri meliputi pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan serta pekerjaan pengecatan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2016, anggaran pemeliharaan bangunan yang disebut gedung Ikatan Keluarga Mahasiswa Bekasi (Ikamsi) tersebut jauh berbeda dengan tahun 2017. Pada tahun 2016, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 550.000.000 untuk pemeliharaannya.

Belakangan diketahui, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan Mess tahun 2016 lalu, DPRD Kabupaten Bekasi menemukan adanya ketidakwajaran dalam realisasi anggaran dan fisik kegiatan tersebut.

Bahkan, dalam catatan rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Kabupaten Bekasi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) 2016 lalu, DPRD Kabupaten Bekasi meminta untuk dilakukan audit ulang serta meminta ditindaklanjuti kepada lembaga penegek hukum.

“Kami meminta agar dilakukan audit ulang terhadap realisasi fisik dan realisasi keuangan kegiatan yang ada di Bagian Umum tersebut. Dan meminta menindaklanjuti kepada lembaga penegak hukum yang berlaku,” kata H. Daris, SE, kepada Djapos.com saat membacakan salah satu ‘point’ rekomendasi yang dileluarkan DPRD Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

Anggota Dewan dan Mantan Wabup, ‘Longok’ Mess Mahasiswa di Jogjakarta

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengaku sempat melihat kondisi terakhir Mess mahasiswa milik Pemkab Bekasi yang berada di Jogjakarta. Menurutnya kondisi saat ini sudah berubah dari sebelumnya.

“Kan semakin jelas, sekarang dengan anggaran yang nilainya 147 juta kondisinya malah lumayan bagus dibandingkan tahun lalu dengan anggaran Rp 550 juta,” singgungnya.

Dalam kedatanganya, kata Taih, seorang mahasiswa sempat mempertanyakan legalitas kedatanganya ketempat tersebut.

“Kebetulan saya lagi ke Jogjakarta, tahu-tahu pengen lihat kesitu (Mess Mahasiswa di Jogjakarta-red). Trus ada yang nanya legalitasnya sebagai apa. Saya jawab saja kamu ini masih muda, saya datang kesini kan ‘gak’ ada masalah,” tuturnya.                       

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *