Pemilik Panti Pijat Cabuli Gadis di Bawah Umur, Malah ‘Disarankan’ Damai

 

Cikarang Selatan, Djapos.com – Keluarga IG (16) berharap kepolisian bisa menangkap pelaku pencabulan dan pemerkosaan terhadap siswi kelas III SMK yang tinggal di Kampung Jatimulya, RT07/02 Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan. Kabupaten Bekasi. 

Ustadz Ferri Muzakki, tokoh masyarakat yang mendampingi kasus tersebut mengatakan, pihak keluarga begitu kecewa dengan kinerja Polsek Tambun. Kata dia, orang tua IG yang melaporkan dugaan pencabulan dan pemerkosaan malahan dimediasi untuk damai. 

“Saya cukup kaget ketika dihubungi orang tua IG, karena beliau (orang tua IG-red) melapor ke Polsek Tambun, tapi malah diabaikan dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Setelah itu, orang tua IG dipertemukan dengan pelaku pencabulan utama, Bowo. Kedatangan Bowo bersama dengan istrinya. Setelah terjadi perbincangan kemudian polisi menyarankan kepada korban untuk berdamai saja,” ujarnya Kamis (17/08/2017) lalu.

Sementara itu, kasus tersebut juga didampingi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali terjadi. Persoalannya, saat kejadian pelaku memang jarang diproses secara hukum. Sebab antara orang tua dan pelaku, sering kali mediasi yang akhirnya damai secara kekeluargaan. Tapi kami disini melihat kalau pelaku tidak sampai terjerat hukum, nantinya bakal lebih banyak generasi muda yang rusak karena korban pencabulan,” ucap Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi, Murozzak. 

Ia juga membenarkan, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi, korban dan saksi bakal dimintai keterangan.

”Kami sudah dampingi, dan Polres juga katanya langsung bergerak. Besok (hari ini, red) saksi dan korban bakal dimintai keterangan. Harapan kami, pelaku bisa ditangkap dan diproses secara hukum,” imbuhnya.

 

Usai Cabuli Korban, Pemilik Panti Pijat Beri Uang ke Korban 

Ustadz Ferri Muzakki menceritakan, kronologis kejadian yang dialami IG siswi kelas III SMK di Jatimulya, pada hari Jum’at pekan lalu, IG ingin mencari kerja sebagai tukang cuci ataupun penjaga toko. Singkat cerita, IG bertemu dengan ibu Ela (37) yang menyalurkannya untuk kerja. 

Setelah bertemu dengan ibu Ela, selanjutnya IG dipertemukan dengan Bowo yang biasa menyalurkan tenaga kerja kepada orang lain. Sambung Ferri, setelah bertemu dengan Bowo, ternyata IG dibawa ke sebuah kontrakan, sesampainya dikontrakan, IG disediakan minuman yang sudah diberi obat hingga tak sadarkan diri. 

”Menurut cerita ayah korban yang didapat dari IG langsung, otak pelaku utamanya adalah Bowo, karena diketahui Bowo ini merupakan salah satu pemilik usaha panti pijat di Sasak Jarang Jatimulya,” bebernya. 

Setelah merasa kepalanya pusing, IG mendengar Bowo menghubungi salah satu orang dan membawa dirinya ke sebuah hotel, setelah sampai di hotel tersebut, dirinya sudah tak sadarkan diri. 

”Begitu sadar, IG tiba-tiba sudah berada di hotel dengan keadaan tanpa busana dan dia (IG) merasakan kemaluannya sakit. Selanjutnya, Bowo memberikannya uang sambil mengatakan ambil itu uang. Ngapain kerja capek-capek mending kerja ‘beginian’,” tutur Ferri menirukan cerita sang ayah yang didapat langsung dari IG. 

Menurutnya, kejadian tersebut sama saja merusak generasi bangsa. Sebab, tujuan IG mencari kerja untuk membantu keluarga, karena keadaan ekonomi orang tua IG kurang mampu. Ia pun berinisiatif untuk bekerja demi membantu kebutuhan keluarga. 

”Tapi apa hendak dikata, kejadiannya lain, dan yang perlu diperhatikan kinerja kepolisian Polsek Tambun kok seperti itu. Saat ini laporan sudah kami limpahkan ke Polres Metro Bekasi dengan harapan supaya pelaku bisa diproses secara hukum,” harapnya.                     

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *