Uang Negara Rp 413 Miliar Lebih Terancam Hilang, CBA ‘Dorong’ KPK Usut Tuntas Proyek di Kemenhub

Daftar proyek di Kemenhub yang dimenangkan PT. Adhiguna Keruktama kurun waktu 2012-2017 (Sumber CBA).

Jakarta, Djapos.com –  Center for Budget Analysis (CBA) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus korupsi proyek Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Laut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal itu dikatakan Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman dalam keterangannya dalam pesan singkat kepada Djapos.com, Jum’at (25/08/2017) kemarin.

“Khususnya yang melibatkan PT. Adhiguna Keruktama. Karena berdasarkan catatan kami, perusahaan tersebut merupakan langganan dari proyek-proyek besar Kemenhub. Antara tahun 2016 sampai 2017 saja nilai proyek yang dimenangkan PT. Adhiguna Keruktama sebesar Rp 179.227.397.000,” ungkap Jajang.

Menurutnya, berdasarkan catatan CBA, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki Proyek Pengerukan Alur Pelayanan Pelabuhan Tanjung Emas di tahun anggaran 2017 yang dijalankan Kemenhub melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas. Anggaran yang disiapkan untuk proyek ini sebesar Rp 45.015.800.000.

“Yang memenangkan proyek pengerukan alur pelayanan pelabuhan Tanjung Emas, memang benar adalah perusahaan PT. Adhiguna Keruktama yang beralamat di Rukan puri mutiara blok A nomor 16 Jalan Griya Utama sunter Agung, Jakarta Utara. Adapun nilai proyek yang diajukan PT Adhiguna Keruktama sebesar Rp 44.518.000.000,” bebernya.

Jajang juga meminta KPK jangan sampai berhenti di proyek tahun 2016 dan 2017 saja. Karena sedikitnya lanjut dia, antara tahun 2012 sampai 2017 terdapat 8 proyek pengerukan alur pelayanan pelabuhan yang dimenangkan oleh PT Adhiguna Keruktama.

“Misalnya Pekerjaan Pengerukan Alur PelayaranPelabuhan Tanjung Emas Semarang Tahun Anggaran 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017 semuanya diborong PT Adhiguna Keruktama. Dari lima proyek tersebut PT Adhiguna mendapatkan gelontoran anggaran dari Kemenhub sebesar Rp 212.028.697.000,” pungkasnya.

Adapun tiga proyek lainnya, kata dia, yakni Pekerjaan Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Laut Kumai Tahun Anggaran 2014, Pekerjaan Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Samarinda Tahun Anggaran 2016, dan Pekerjaan Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Pulang Pisau Tahun Anggaran 2016. “Total anggaran yang dihabiskan dan lagi-lagi masuk kantong PT Adhiguna sebesar Rp 201.369.297.000,” ujarnya.

Jika ditotal, tambah Jajang, nilai delapan proyek pengerukan alur pelayanan pelabuhan yang dimenangkan oleh PT Adhiguna Keruktama sangat fantastis mencapai Rp 413.397.994.000.

“Hal ini mengindikasikan, praktik permainan proyek di tubuh Kemenhub yang dipimpin Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan-red) sudah lama terjadi,” katanya.

 

 

Sudah Saatnya Menteri Perhubungan Budi Karya Undur Diri

Menurut CBA, melalui Koordinator Investigasi, Jajang Nurjaman, sebaiknya Presiden Joko Widodo kembali mempertimbangkan untuk mencari pengganti Menteri Perhubungan (Menhub) yang lebih tegas alias baru.

“Jangan sampai proyek-proyek strategis nasional yang dijalankan Kemenhub, malah dijadikan ajang bancakan oknum-oknum tidak bertanggungjawab, karena menterinya kurang tegas,” ujarnya.

Diktakanya, CBA sangat menyayangkan korupsi di tubuh Kemenhub di era Jokowi semakin menjadi-jadi.

“Sangat disayangkan ‘gurita’ korupsi di tubuh Kemenhub yang dinahkodai Budi Karya bukannya mengalami perbaikan, justru semakin menjadi-jadi,” singgung Jajang.

Diketahui Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/8/2017) malam, dalam kasus suap dan gratifikasi Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub, Antonius Tonny Budiono‎ terkait penerimaan uang untuk perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Hubla tahun anggaran 2016-2017.

Salah satunya, menurut Basaria proyek tersebut terkait Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah tahun anggaran 2017, dan proyek ini dimenangkan oleh PT Adhi Guna Keruktama.                     

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *