Masuk Bayar, Karena ‘Tanggung Bulan’ Warga Kab Bekasi Batal Kunjungi PRB 2017

Suasana PRB 2017 di GOR Wibawamkuti Kabupaten Bekasi.

Cikarang Timur, Djapos.com –  Pagelaran Pekan Raya Bekasi (PRB) 2017 yang berpusat di komplek GOR Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menuai kritik. Beberapa pengunjung mengeluhkan pagelaran yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan, mulai 25 Agustus hingga 03 September 2017 tersebut.

Epul pengunjung asal Cikarang Barat mengaku membatalkan kunjungannya ke pagelaran PRB. Alasannya, kata pria yang datang bersama istri dan 3 orang anaknya ini, dikarenakan harus membayar tiket masuk, sedangkan dirinya dalam sedang tidak mempunyai uang.

“Tanggung bulan, belum punya duit belum gajian. Kirain gratis ‘gak’ taunya bayar. Tadinya mau ajak anak istri muter-muter lihat-lihat nyenengin keluarga dihari libur. Ya saya ajak anak istri ke taman sehati saja, gratis cuma bayar parkir motor saja,” keluh Epul.

Sementara itu, Dicky, salah satu pengungung mengaku kecewa lantaran harus membar tiket masuk. Menurutnya, pagelaran seperti PRB seharusnya digratiskan, tidak dipungut biaya tiket masuk.

“Kirain masuknya gratis, gak taunya bayar. Memang sih cuma Rp 5 ribu, tapi kan saya rombongan sama keluarga 13 orang, jadi tadi bayar Rp 65 ribu sekali masuk,” tutur pria asal serang baru ini kepada Djapos.com, Sabtu (26/082017) malam lalu.

 

Alur Duit dari Sewa Stand dan Tiket Masuk PRB 2017 Dipertanyakan

Sebelumnya diberitakan pada saat pembukaan PRB 2017, Jum’at (25/8/2017) malam lalu, beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya dengan memanfaatkan stand yang disiapkan dalam pegelaran PRB 2017 mengaku menyewa stand yang ditempatinya. Dari penelusuran Djapos.com harga sewa stand di PRB 2017 berpariatif.

Salah satu pedagang yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, harga sewa stand yang ia gunakan sebesar Rp 3,5 juta. Menurutnya, kisaran harga tergatung ukuran stand dan product yang akan ditawarkan.

“Harga dimintanya Rp 4 juta, cuma jatuhnya terakhir saya dapat Rp 3,5 juta, ukurannya 3×3 meter. Kalau kita ini kategorinya rupa-rupa atau multi product. Kalau yang kategori otomotif katanya sih beda harganya,” beber pedagang yang mengaku dari Bekasi ini.

Selain itu para pedagang yang menggunakan stand juga mengaku kebingungan bila akan mencari toilet. “Toiletanya jauh, kadang suka ditahan kalau mau buang air,” keluh salah satu pedagang.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi), Ergat Bustomy menyesalkan adanya praktek dari oknum yang mengambil keuntungan pribadi dalam pagelaran PRB 2017 yang dikaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Coba kemana itu kemana alur duitnya, duit penyewaan stand dan dari tiket masuknya. Kan alokasi anggarannya sudah disediakan oleh Pemkab Bekasi, kenapa bayar kalau masuk dan kenapa stand yang disediakan disewakan. Sangat disayangkan kalau ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi,” sesalnya.

             

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *