PAD Anjlok, DPRD Didesak Revolusi Direksi PT BBWM

IlIustrasi (foto istimewa).

Cikarang Pusat, Djapos.com – Anjloknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang dihasilkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) terus menuai kritikan.

Ketua Umum LSM Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi), Ergat Bustomi mengibaratkan perusahaan pelat merah dibidang minyak dan gas tersebut jika dinilai dalam raport sekolah mendapatkan nilai merah. Menurutnya, yang lebih parahnya dengan nilai merah tersebut, Bupati maupun DPRD seolah-olah terkesan tutup mata.

“Kalau boleh menilai kami memberi nilai dibawah angka lima, ibarat disekolah nilai di bawah lima itu merah. Ini kan Bupati dan dewan diam saja dari dahulu tidak ada gerakan aktif serta gebrakan untuk merubah,” singgungnya.

Masih kata Ergat, sudah selayaknya Pemkab Bekasi melakukan revolusi dalam jajaran direksi PT. BBWM. Selain itu kata dia, Pemkab Bekasi dan DPRD harus melakukan audit keuangan PT. BBWM Hal itu kata dia, agar jelas berapa sebenarnya yang dihasilkan dari PT. BBWM.

“Tentunya auidit keuangan yang dilakukan dengan menggandeng konsultan yang membidanginya. Gampang kok, hanya tinggal kemauan dari wakil rakyat kita mau tidak melakukan itu. Dan evaluasi dijajaran direksi juga sepatutnya dilakukan,” ujarnya.

Menurut Ergat DPRD harus mau mendengar aspirasi dari masyarakat untuk melakukan revolusi besar-besaran di tubuh PT. BBWM . Hal itu lanjut dia, agar tidak adanya kecurigaan dari masyarakat apabila wakil rakyat terkesan pura-pura tidak tahu.

“Kan jelas setiap tahunnya tidak mencapai target PAD bahkan dua tahun kebelakang anjklok, tapi sangat aneh kalau wakil rakyat hanya diam saja, ada apa coba?. Jangan hanya panggil lalu setelah itu diam tidak ada perubahan,” singgungnya.

Untuk diketahui pada tahun 2012 Pemkab Bekasi menerima PAD dari penghasilan PT. BBWM sebesar Rp. 70 miliar, pada tahun 2013 sebesar turun menjadi Rp. 37 miliar, di tahun 2014 sebesar Rp. 30 miliar, pada tahun 2015 kembali turun dimana PAD nya turun drastis menjadi sebesar Rp. 14 miliar dan di tahun 2016 anjlok sebesar Rp. 11,5 milliar.        

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/IST

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *