Waduh! Diduga Ada Potensi Kerugian Keuangan Negara Dalam Pengadaan Pakaian Dinas Harian di Kab Bekasi

Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi CBA.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Belum lama ini masyarakat Kabupaten Bekasi berunjuk rasa guna memprotes mahalnya belanja seragam dinas Bupati dan Wakil Bupati yang mencapai Rp 1 miliar. Disaat masih hangatnya pemberitaan belanja seragam dinas Bupati, kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di bawah komando Neneng Hasanah Yasin kembali ‘disoroti’.

Sorotan kebijakan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin datang dari Center for Budget Analysis (CBA), seperti yang diungkapkan Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, menurutnya, CBA menemukan adanya potensi kerugian keuangan daerah dalam anggaran program belanja pakaian dinas harian bagi 11.273 staf serta 604 pejabat eselon II, II dan IV senilai Rp 5,7 miliar lebih pada APBD Kabupaten Bekasi 2017.

“Terkait program ini CBA memiliki beberapa catatan, pertama pada program pengadaan pakaian dinas harian pada Bagian Perlengkapan yang dipecah menjadi tiga paket proyek, kami menduga agar proyek bernilai miliaran rupiah dijalankan dengan lelang sederhan yang dapat menguntungkan beberapa perusahaan ‘langganan’,” ungkap Jajang.

Catatan kedua, CBA juga menilai mahalnya anggaran untuk proyek pengadaan pakaian dinas harian yang digelontorkan Bagian Perlengkapan Pemkab Bekasi. Bahkan mahalnya anggaran yang digelontorkan diduga terjadi ‘Mark Up’ (penggelebungan harga) dalam proyek tersebut.

“Ketiga, CBA mencatat sedikitnya ditemukan potensi kerugian negara dalam proyek pengadan pakaian dinas yang dijalankan Bagian Perlengkapan, senilai Rp 2.138.810.975,” ujarnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *