Kesal Dengan Pencemaran Sungai, DLH Kab Bekasi Digeruduk Massa

Sambil menunggu kelima perwakilannya yang diterima pihak DLH Kab. Bekasi, sebagian massa yang menunggu diluar terus melakukan orasi menyampaikan tuntutannya.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Massa yang tergabung dalam Serdadu Komunitas Cibeet (Sekoci) melalukan aksi ujuk rasa ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Kamis (08/2/2018) pagi kemarin.

Di tengah guyuran hujan deras, massa Sekoci meneriakkan tuntutannya, massa merasa kesal dengan pencemaraan yang terjadi di sungai Cibeet dan lemahnya pengawasan yang dilakukan DLH Kab. Bekasi.

Mereka terus meneriakkan aspirasinya di depan pintu pagar utama menuju Kantor DLH. Massa juga mendesak Kepala DLH, Daryanto agar menemuinya. Namun, Kepala DLH tidak kunjung menemui massa dengan alasan sedang rapat.

Merasa tidak ada respon dari pihak DLH, massa pun kesal. Mereka merangsek masuk ke Kantor DLH hingga pagar utama rusak. Namun, aparat keamanan dari Kepolisian dengan sigap menenangkan massa. Sekitar 3 massa Sekoci sempat diamankan Polisi dan dilepaskan kembali dan suasana kembali mencair setelah Kepala DLH, Daryanto bersedia menemui massa yang diwakilkan 5 orang.

5 perwakilan massa akhirnya diterima menemui Kepala DLH Kab. Bekasi, Daryanto di ruangan Sekretaris DLH.

Pembina Sekoci, Gunawan menyatakan, pihaknya sudah kesal dengan pengawasan DLH yang seperti membiarkan terjadinya pencemaran di Kali Cibeet. Menurut dia, pipanisasi limbah industri banyak yang disalurkan menuju sungai Cibeet. Hal itu diketahui Sekoci disepanjang sungai Cibeet.

“Selama ini DLH itu tidur karena tak pernah mengecek ke lokasi. Harusnya ada pos audit yang dilakukan. Apalagi sungai itu adalah sumber kehidupan bersama,” tegas Gunawan kepada Daryanto.

Ketua Sekoci, Dayat Riyana menuturkan, dalam aksi ini pihaknya membawa 4 tuntutan kepada DLH. Antara lain mengaudit atau mengawasi perusahan-perusahan yang membuang limbah di sungai, dalam melakukan pengawasan melibatkan atau bermitra dengan Sekoci.

Selain itu, pihak DLH bersama-sama Sekoci terus melakukan pemantauan terhadap kualitas air pembuangan limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam rangka menciptakan Citarum Bestari, serta dalam penilaian dokumen Amdal agar melibatkan Sekoci.

“Kita ini membangun DLH yang tidur panjang. Kami ini dibentuk sengaja atas dasar keperdulian terhadap lingkungan. Kita ini tidak ada anggaran, tapi melakukan patroli sungai dan mengedukasi masyarakat. Tapi hal itu tak disokong dengan kerja dari DLH sendiri,” ujarnya.

Kesal karena tidak adanya pihak DLH Kabupaten Bekasi yang menemuinya, massa yang tergabung dalam Sekoci menerobos pintu gerbang utama kantor DLH.

Sementara itu Kepala DLH, Daryanto menyatakan, intinya masukan dari Sekoci ini akan dia laksanakan. Hal itu dibuktikan dia dengan menandatangani kesepakatan 4 tuntutan dengan Sekoci. “Intinya kita sambut baik kemitraan ini. Dan kedepannya kita dengan Sekoci bareng-bareng melakukan pemantauan sungai,” katanya.

Disinggung tudingan pengawasan DLH masih tidak maksimal, Daryanto mengaku selama ini pihaknya melaksanakan dengan dengan maksimal.

“Kita sudah melakukan berbagai pengawasan industri-industri baik yang di kawasan maupun di zona. Sudah cukup banyak juga yang sudah kita berikan sanksi. Kita cukup efektif lah dengan keterbatasan SDM dan segala sesuatunya tetap terus melakukan pegawasan,” tuturnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *