Peringati HPN di Kab Bekasi, IWO Helat Pelantikan Pengurus

Pengurus IWO Kab. Bekasi periode 2017-2022 foto bersama pengurus pusat dan tamu undangan.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Peringati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Jumat (09/2/2018) menjadi momen penting bagi Ikatan wartawan online (IWO) Kabupaten Bekasi dengan menghelat pelantikan.

Pelantikan Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bekasi masa jabat 2017-2023 digelar di Rumah Makan Alam Sari, Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Ketua DPP IWO, Jodhi Yudono dalam sambutannya yang dibacakan Perwakilan Pengurus DPP IWO, Thomas Suwarta tengah mengupayakan adanya perbaikan IWO kedepannya baik secara internal maupun eksternal, internal kata dia, yakni menyamakan visi dan misi wartawan online.

Dewan Pendiri IWO, Dwi menyebutkan, IWO Kabupaten Bekasi sangat tepat memanfaatkan pentingnya Hari Pers Nasional (HPN) dengan menghelat pelantikan.

“Ini merupakan moment bagus, momen penting dalam memperingati Hari Pers Nasional diisi dengan pelantikan IWO Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Sunandar.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar sangat mengapresiasi kehadiran IWO di Kabupaten Bekasi, karena menurutnya dengan keberadaan media online maka segala macam bentuk informasi yang dihimpun dari masyarakat dapat dengan mudah di akses.

“Dengan adanya media online, saya dengan mudah dan cepat mendapat informasi di tingkat masyarakat desa, kecamatan, dan tidak hanya sekedar pemberitaan mengenai Pemerintah Daerah dan DPRD,” ungkapnya.

Diakui Sunandar, permasalah wartawan saat ini yakni terkait dengan kesejahteraan. Untuk itu ia meminta masukan kepada rekan-rekan media untuk menyusun konsep yang ideal agar kesejahteraan wartawan dapat meningkat, tanpa menabrak aturan yang berlaku.

“Saya minta masukannya, kira-kira mekanismenya dan konsepnya seperti apa, kalau perlu kita anggarkan dari APBD, tapi dengan catatan tidak menyalahi aturannya,” imbuhnya.

Ketua Jajaka, Damin Sada saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatannya, Ketua Jajaka, Damin Sada mengatakan, Wartawan dituntut untuk menjaga idealisme dan menolak usulan agar Pemerintah Daerah untuk menyusun anggaran kesejahteraan wartawan.

“Tugas wartawan itu tugas dari masyarakat untuk pengawasan, bukan cuman bupati saja yang diawasi, dewan juga diawasin. Kalo memang saudara ingin ada sejahteraan mendingan jangan wartawan minta ke PU jadi pemborong,” ujarnya.

Ia pun kembali menegaskan, agar wartawan jangan hanya menjadi wartawan recehan, tetapi tetap memertahankan idealismenya.

“Jangan mau wartawan dikasih uang, nanti jadi gak kritis lagi, karena itu ruh wartawan sebagai kontrol sosial masyarakat,” pungkasnya.

Daeng Muhammad Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara itu, Anggota DPR RI, Daeng Muhammad dalam sambutannya juga ikut mengapresiasi keberadaan IWO di Kabupaten Bekasi dan meminta agar wartawan tetap menjaga profesionalisme. Karena menurut dia, hal itu menjadi senjata utama menuju kesuksesan wartawan tersebut.

“Thema yang diambil itu, wartawan menuju profesionalisme, profesionalisme itu berarti wartawan itu harus totaliter terhadap profesi, selain itu wartawan juga harus memiliki kompetensi agar kita punya edit velue,” tuturnya.

Ia pun meminta, agar wartawan tetap menjaga independensinya, karena menurut dia, independensi merupakan roh dan kekuatan media.

“Wartawan harus menjadi pengkritik cerdas, karena wartawan menjadi corong bagi masyarakat, karena saya yakin kalo wartawan dapat bekerja profesional maka sangat memungkinkan dikemudian hari menjadi orang sukses. Saya mencontohkan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dulunya dia wartawan, itu menjadi penyemangat rekan-rekan bahwa wartawan pun bisa menjadi seseorang dikemudian hari, dengan catatan harus konsisten dalam menjalankan profesinya sesuai tupoksinya,” jelasnya.

Krisna Mukti Anggota DPR RI dari PKB.

Hal senada disampaikan Krisna Mukti, Anggota DPR RI, dalam sambutannya ia meminta agar IWO dapat menyebarkan informasi yang baik dan benar bukan menjadi penyebar berita hoax yang menyebabkan masyarakat resah.

“Saat ini banyak banget berita hoax, dulu saya pernah mengalaminya langsung. Sempat sejak 2008 lalu saya memilih menutup diri selama 3 tahun dari wartawan, karena sebaran informasi berita miring yang saya alami, jadi saya berharap agar IWO ini menjadi perkumpulan wartawan yang informatif dan memberikan berita yang benar,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR RI, Daeng Muhammad dan Krisna Mukti, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar, Komisioner KPU Kabupaten Bekasi Zaki Hilmi, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi Nugraha Hamdan, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Son Haji, Praktisi Hukum Ucok Sky Kadafi, Penggiat budaya Damin Sada, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, perwakilan Polrestro Bekasi, perwakilan Humas Pemda Kabupaten Bekasi, unsur pengusaha serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama Kabupaten Bekasi.

 

Reporter : R4Y, RZ

Foto : dok/DJP/R4Y/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *