Cecep, Sekretaris Komisi III DPRD Kab Bekasi : Dishub Diminta Siaga di Titik Rawan, Cari Solusi Kurangi Kemacetan

Cecep Noor, Sekretaris Komisi III DPRD Kab. Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kemacetan merupakan momok bagi setiap pengguna jalan. Selain faktor kondisi infrastruktur, volume kendaraan yang semakin banyak serta kurangnya kesadaraan pengendara masih menjadi penyeban kemacetan.

Menanggapi kemacetan di wilayah Kabupaten Bekasi, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noor menghimbau agar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi terus melakukan monitor disetiap titik rawan kemacetan.

“Mereka harus monitor dan siaga di titik rawan kemacetan. Agar kemacetan tidak terlalu parah dan bisa diminimalisir. Kami komisi III akan genjot terus kinerja jajaran Dishub,” kata Cecep, Rabu (15/2/2018).

Cecep yang merupakan politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melanjutkan, bawah dampak dari kemacetan tentunya sangat merugikan masyarakat.

“Masalah kemacetan ada masalah kita bersama. Kami wakil rakyat sudah beberapa kali membahasnya dalam rapat kerja dengan Dishub dan Polresta Bekasi untuk mencari solusi,” ujarnya.

Salah satu solusinya kata dia, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari sisi anggaran telah menyetujui anggaran pembebasan lahan untuk pelabaran Jalan Raya Cikarang-Cibarusah pada ABPD 2017 lalu. Menurut dia, pelebaran dimaksudkan untuk menghindari kemacetan akibat ruas jalan terlalu sempit pada kedua jalurnya.

“Tahun lalu anggarannya sekitar Rp 40 miliar. Hingga saat ini, pembebasan lahan sekitar 70 persen. Sementaranya sisanya masih terkendala  dengan kelengkapan administrasi kepemilikan lahan. Untuk ditahun 2018 ini jika tidak ada halangan dipastikan rampung,” jelasnya.

Terkait dengan harga ganti rugi lahan, anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi itu mengatakan sejauh ini tidak ada kendala. Harga yang ditetapkan oleh tim appraisal sangat bagus agar masyarakat menerima lahannya dibebaskan untuk kepentingan umum.

 “Harganya kisaran Rp 6 hingga 10 juta. “Itu udah mantap. Masyarakat pasti enjoy dan suka karena harganya menghargai masyarakat jadi bukan ganti rugi hitungannya. Lahan yang dibebaskan juga untuk kepentingan jalan umum,” ujarnya.

Cecep Noor juga berharap kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara. Kemacetan lanjut dia, bisa juga disebabkan kerena kurangnya kesadaran pengendara.

“Terkadang kan pendara kurang karena kurang sabar mereka menerobos jalur yang berlawanan. Tentu itu juga selain membahayakan pendara itu sendiri biaa menimbulkan kemacetan. Apalagi kalau berhenti di sisi jalan yang membuat ruas jalan menjadi sempit,” tuturnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *