Bapenda Belum Serahkan Data Reklame Meikarta yang Nunggak Pajak ke Satpol PP

Reklame Meikarta yang berada di arah exit GT Cibatu. Selain belum dibayarkan pajaknya, diduga bangunan ini belum ada izinnya.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi mengaku masih mendata reklame yang bermasalah atau yang belum dibayarkan pajaknya. Hal itu dikatakan Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Juhandi, belum lama ini.

“Sekarang masih kita data, termasuk reklame Meikarta yang belum dibayarkan pajaknya ke kita. Saya sempat baca dan sempat denger persoalan itu dan kalau mereka belum bayar berarti bentuknya piutang,” katanya.

Jika data sudah diterima sepenuhnya, sambung Juhandi, maka Bapenda akan segera melakukan penagihan hingga teguran kepada perusahaan yang memasangnya. Jika masih tidak diindahkan maka Bapenda akan menyerahkan persoalan ini kepada Satpol PP untuk ditertibkan.

“Sampai saat ini memang belum kita berikan datanya ke Satpol PP karena masih kita data. Tetapi saya pada prinispnya bagi perusahaan yang belum membayarkan pajak reklamenya pasti akan kita tagih, kita berikan peringata dan melaporkannya ke Bupati lalu ditembuskan juga ke Satpol PP untuk dilakukan penindakan seperti apa,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabubapen Bekasi kesulitan untuk menindak reklame Meikarta yang belum dibayarkan pajaknya. Pasalnya institusi penegak Peraturan Daerah (Perda) itu belum menerima data reklame bermasalah dari Bapenda.

“Terkait reklame semua datanya ada di Bapenda, tentunya satpol pp akan menindaklanjuti pelanggaran Perda yang ada berdasarkan data dari perangkat daerah terkait,” kata Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya, Senin (26/2/2018) lalu.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menghubungi pihak Bapenda untuk meminta data reklame yang belum dibayarkan pajaknya untuk ditindaklanjuti. Namun hingga saat ini Satpol PP belum memperolehnya.

Diketahui berdasarkan pendataan Bidang Pajak Daerah dan lainnya d Bapenda Kabupaten Bekasi saat ini diketahui ada 50 unit dari 21 jenis reklame milik Meikarta yang belum dibayarkan pajaknya. Potensi pajak yang belum terbayar mencapai sekitar Rp 300 juta. Adapun ke 21 jenis reklame Meikarta tersebut, diantaranya berada di Maxx Box Orange County, Central Park, Jl. Majapahit, Jl. Sriwijaya, di depan Meadow Green dan Exit GT Cibatu.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *