Tersangka OTT Tak Ditahan, Dua Oknum Pegawai BPN Kab Bekasi Masih Bisa Bekerja

Suasana penangkapan pegawai BPN yang dilakukan gabungan Polres Metro Bekasi, Selasa (13/3/2018) lalu.

Cikarang Selatan, Djapos.com – Kedua oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi IS (48) yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi serta seorang staf, RR alias Boy (33) yang telah ditetapkan Polres Metro Bekasi menjadi tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan  (OTT) masih bisa bekerja kembali seperti biasa.

Keduanya juga tidak ditahan Polres Metro Bekasi meskipun tertangkap tangan melakukan pungutan liar (pungli) dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp 20 juta, rekaman CCTV serta puluhan dokumen, Selasa (13/2/2018) lalu.

Kepala Satuan (Kasat)  Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Bekasi, Rizal Marito, membenarkan bahwa tidak ada penahanan dalam kasus pungli ini.

“Penanganan kasusnya sudah berjalan dan ditangani Tim Saber Pungli Kabupaten Bekasi. Statusnya sudah tersangka dan dalam proses melengkapi alat bukti. Saat ini, berdasarkan hasil gelar perkara, untuk kepentingan penyidikan belum sampai pada tahap penahanan,” kata dia.

Berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, penahanan seseorang didasarkan dalam dua pertimbangan yakni objektif dengan mengacu pada aturan yang berlaku serta subjektif yang didasari pertimbangan penyidik dari hasil gelar perkara.

Secara subjektif, seseorang ditahan lantaran dikhawatirkan dapat melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, memengaruhi saksi hingga dikhawatirkan dapat melakukan atau mengulangi tindakan melawan hukum lainnya.

Disinggung mengenai apakah penyidik tidak khawatir jika kedua tersangka pungli melakukan hal tersebut, Rizal menyatakan, penyidik memiliki pertimbangan lain.

“Penyidik menilai tersangka atau terdakwa tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana maka si Tersangka tidak perlu ditahan,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut, kedua tersangka pun dapat beraktivitas seperti biasa, termasuk kembali bekerja. Pasalnya, saat disinggung mengenai hal tersebut, Rizal mengaku, larangan tersangka kembali bekerja atau tidak bukan menjadi ranah penyidik.

“Kalau (tersangka kembali beraktivitas atau bertugas kembali) itu bukan domain penyidik. (Hal itu) kembali kepada lembaganya sendiri yang menilai,” ucap dia.

Seperti diketahui, IS dan RR tertangkap tangan tengah melakukan pungli oleh Tim Saber Pungli yang terdiri dari Polrestro Bekasi Kabupaten, Kejari Kabupaten Bekasi dan Inspektorat Pemkab Bekasi. Keduanya ditangkap dalam kasus pengurusan peralihan kepemilikan akta tanah dengan barang bukti uang tunai Rp 20 juta dan sertifikat tanah sebanyak 75 lembar.

Operasi tangan tangan atas kasus pungli ini bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, AH (42), salah seorang oknum pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kab Bekasi, tertangkap tangan tengah melakukan pungli. AH ditangkap penyidik Polda Metro Jaya dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp 35 juta.

Berbeda dengan kasus BPN, penyidik yang menetapkan AH sebagai tersangka lantas menahan AH selama masa penyidikan hingga vonis di Pengadilan Tipikor Bandung.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

 

Berita Sebelumnya :

Jadi Tersangka OTT, Dua Pegawai BPN Kab Bekasi Tidak Ditahan

OTT Pegawai BPN, Polres Metro Bekasi dan Kepala Kantor ‘Kompak’ Sedikit’ Bicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *