Desain Cinderamata Tari Blantek Jadi Juara

 

Cikarang Utara, Djapos.com – Kompetisi desain cinderamata gagasan Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi yang berlangsung selama dua hari 19 sampai 20 maret di Hotel Grand Zury Jababeka telah selesai dilaksanakan.

Hasilnya, Juara I pemenang desain lomba cinderamata di menangkan oleh Oca dengan desain Tari Blantek, Juara II (Dua) Kusniati Gusniati asal Kabupaten Bekasi dengan desain Ikan Gabus, Juara III (Tiga) Waryanto asal Kabupaten Bekasi dengan desain Golok, Juara IV (Empat) Tuminah asal Kabupaten Bekasi dengan desain Lutung Jawa.

Kepala Bidang Industri Logam Mesin Elektronika dan Lainnya (Ilmetela) Juniardiana Rosatijawan mengatakan, dalam proses penjurian terhadap peserta lomba desain cinderamata tidak ada intervensi sama sekali kepada dewan juri untuk menentukan pemenang tertentu tetapi bagaimana membuat penjurian bisa seobjektif mungkin.

“Pada saat penjurian terhadap 10 besar itu panitia hanya memberikan desain gambar serta tidak dengan data pribadinya, karena kalau data pribadi di keluarkan khawatir tidak objektif pada kreativitas,” ujarnya usai menyerahkan secara simbolis juara kepada pemenang lomba, Selasa (20/3/2018) lalu.

Setelah hasil ide kreativitas itu dinilai juri, beber dia, barulah kita keluarin siapa yang punya ide kreativitas desain yang juara sesuai penilaian juri.

Itupun juga pada penilaian empat besar sama dengan tidak membuka data pribadi peserta pada juri sampai benar benar hasil keempat terbaik itu keluar.

“Data peserta dibuka setelah ada pemenang juara terbaik I, II III serta Harapan I di hubungi langsung oleh panitia untuk hadir menerima uang tunai dan piala dari Bupati Bekasi,” ucapnya lagi.

Dalam proses penjurian, tambah dia, panitia mengundang juri yang berasal dari beragam profesi diantaranya yang pertama mengundang Budayawan yang sudah sangat paham dengan hal hal budaya, jadi tidak memanggil budayawan sudah tau latar belakang Bab Bekasi.

Terus yang kedua, praktisi dari pada social media dan pakar media sehingga bertugas melakukan pengkomunikasian apakah produk tersebut layak di jadikan ikon atau tidak, ketiga dari praktisi seni pematung maupun keahlian di bidang senirupa, keempat pengajar dari seni rupa.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *