Peringati Hari Air se-Dunia, Gubernur Jabar Tebar 500 Ribu Bibit Ikan dan Tanam 1500 Pohon di Situ Abidin

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bersama Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Bekasi, Risman Tarihoran, Kepala Dinas Sumber Daya Air Jabar, Nana Nasuha Djuhri dan Pangdam Jabar menabur benih ikan tawar di Situ Abidin.

Bojongmangu, Djapos.com – Memperingati Hari Air se-Dunia ke 26 tahun 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tebar 500 ribu benih ikan air tawar dan penanaman 1500 pohon di Situ Abidin, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis, (22/3/2018).

Acara yang dihadiri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja beserta jajaran muspida dan pejabat Pemprov Jabar serta pejabat Dinas Kabupaten Bekasi itu sempat mundur dari waktu yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB lantaran keterlambatan kedatangan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.47 WIB.

Gubernur Aher dalam sambutannya mengatakan dengan memperingati Hari Air se-Dunia ini diharapkan tidak ada lagi pencemaran air di wilayah Jawa Barat. Menurutnya, kondisi air di Jawa Barat harus mendapat perhatian serius.

“Meski memiliki banyak sungai yang mengaliri seluruh wilayah, anehnya, Jabar selalu kesulitan memperoleh air bersih. Penyebab rusaknya kualitas air, perilaku manusia menjadi salah satu penyebabnya,” kata Aher.

Sambung Aher, air mempunyai hak untuk tidak dikotori atau dicermati.  Sebagai umat manusia yang sangat membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari mempunyai kewajiban untuk tidak mengotori.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bersama Kepala Dinas PUPR Kab. Bekasi Jamaludin.

“Kita punya kewajiban untuk tidak mengotori air, hingga aliran air. Mulai hulu tengah hingga hilir semuanya bersih. Namun, realitanya, pembuangan ke sungai luar biasa dahsyatnya, dan manusia tidak merasa berdosa telah mengotori sungai,” ujarnya.

Aher pun menyinggung soal perubahan lahan yang semula diperuntukkan sebagai daerah resapan yang disulap menjadi permukiman. Alhasil, sambung dia, kondisi tersebut membuat distribusi air tidak merata hingga mengakibatkan bencana di sejumlah tempat, di antaranya banjir bandang di Cicaheum – Kota Bandung,serta banjir rutin yang merendam wilayah Dayeuhkolot – Kabupaten Bandung.

“Seharusnya air yang terdistribusi ke daerah itu realitif merata, Januari, Februari, Maret ini semua merata. Kalau ada fluktuasi wajar saja, pada saat musim hujan debit sedikti naik, tapi naiknya debit tidak menyebabkan banjir, seharusnya demikian. Air diserap tanah kemudian dialirkan, didistribusikan secara pelahan ke sungai,” tuturnya.

“Lalu kenapa sekarang banjir? Berarti ada persoalan. Maka selesaikan masalah persoalannya dengan komitmen menjaga seluruh aliran sungai,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Nana Nasuha Djuhri mengatakan penebaran 500 ribu bibit ikan ke Rawa Abidin untuk menjaga ekosistem di dalam air.

“Tujuannya tentu saja bagaimana masyarakat lebih menghargai air. Perilaku masyarakat yang sebelumnya masih membuang sampah ke sungai menjadi berubah. Karena dari perubahan dalam diri masyarakat itu sendiri, kualitas air akan menjadi lebih baik dengan sendirinya,” ucapnya..

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *