Rusak Parah, Jembatan Cipamingkis Ditutup Dinas PUPR Kab Bekasi

Kondisi jembatan Cipamingkis yang patah berada di di Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Cibarusah, Djapos.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi menutup akses jembatan Cipamingkis. Penutupan jembatan yang berada di di Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi tersebut bersifat sementara.

Sekretaris Dinas PUPR Kab Bekasi, Iman Nugraha menjelaskan, penutupan yang dilakukan PUPR guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada pengendara yang melintasi jembatan tersebut.

“Kondisinya membahayakan untuk pengguna jalan, jadi ditutup sementara. Untuk kendaraan roda dua saat ini masih bisa. Tapi untuk kendaraan roda empat atau kendaraan berat tidak bisa karena berbahaya,” kata Iman saat dihungi djapos.com, Minggu (25/3/2018).

Lanjut Iman, secepatnya Dinas PUPR akan segera membahas penanganan semantara meskipun berat dengan kondisi kerusakan saat ini. Untuk itu sambung dia, PUPR akan mengajukan crash program agar bisa dilakukan penanganan sementara.

“Kelihatannya kalau penanganan sementara agak berat karena kondisi rusak yang agak parah. Itu kan sayapnya atau wingball nya sudah retak.

Kita akan mengajukan Crash program, agar bisa dilkukan penanganan sementara dengan penunjukan langsung,” tuturnya.

Untuk perbaikan permanen, tambah dia, akan dianggarkan dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) atau APBD perubahan tahun 2018.

“Perbaikan permanen akan dilakukan di ABT. Saat ini hanya penanganan sementara,” ujarnya

Police Line yang terpasang di jembatan Cipamingkis.

Ia juga menghimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mencari jalan alternatif lain. “Akan lebih baik untuk sementara mencari jalan alternatif. Untuk yang masih melintasi agar berhati-hati,” himbaunya.

Dari pantauan dilokasi Jembatan alternatif Sungai Cipamingkis di garis polisi (Police Line) oleh pihak kepolisian setempat. Hal itu dilakukan agar kendaraan yang melintas terutama roda empat tidak melintas di jembatan tersebut.

Dengan terbentangnya “Police Line” itu, juga untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan pada badan jalan jembatan Cipamingkis, lantaran kondisi kerusakannya semakin parah bahkan nyaris putus.

Menurut Husin, warga setempat, saat ini kondisi pada ujung jembatan Cipamingkis longsornya semakin parah, mencapai hingga setengah badan jalan.

“Longsor susulan terjadi saat hujan deras, Jumat malam,” ujarnya.

Menurutnya, jembatan alternatif Sungai  Cipamingkis merupakan salah satu akses transportasi utama yang menghubungkan kecamatan Bojongmangu dengan Kecamatan Cibarusah.

Diakui, di Desa Ridomanah ada jembatan baru, orang banyak menyebutnya jembatan Cipamingkis 2 yang aksesnya dari Desa Ridogalih ke wilayah Desa Wibawamulya.

Namun katanya, pintu masuk ke jembatan Cipamingkis 2 akses menuju jembatan itu masih jalan kecil, sehingga mobil truk yang melintas dari dua arah akan kesulitan.

“Kalau mobil jenis sedan untuk melalui jalan itu harus ekstra hati-hati, karena akses masuk ke jembatan Cipamingkis 2 selain jalannya kecil, kondisi jalan sudah rusak parah,” ujarnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ/PUPR-BEK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *