Bawa Keluarga Ikut Kunker, Anggota DPRD Kab Bekasi Pakai Dana Pribadi dan Diurus Staff Kesekretariatan

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Cikarang Pusat, Djapos.com – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno menegaskan, kunjungan kerja (kunker) bagi DPRD yang membawa istri, anak bahkan cucu dianggap wajar.

“Asal jangan pakai duit APBD sah aja. Kan pakai duit sendiri,” kata Taih saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bekasi belum lama ini.

Kata Taih, mengajak istri, anak, bahkan cucu dalam urusan pekerjaan kedinasan kunjungan kerja itu tidak melanggar undang-undang (UU). “Undang-undang mana yang melarang kunker anggota DPRD bawa istri, anak atau keluarga. yang dilanggar apanya? Kan itu gak dilarang,” jelasnya.

Bahkan Taih membeberkan, untuk membeli tiket pesawat kunker sudah ditangani staff Sekretrariat DPRD. “Supaya satu pesawat biasanya yang membeli tiket pesawat itu staf keuangan,” jelasnya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, yang penting pada saat kunjungan, anggota DPRD yang bersangkutan itu hadir. “Yang penting anggota DPRD hadir pada saat kunjungan. Bukan jalan-jalan, mungkin dia (istri dewan) mau mendampingi suaminya. Jadi gak ada masalah,” katanya.

Dari informasi salah satu staff keuangan DPRD, dari puluhan anggota Komisi II yang kunker ke Lombok, ada 2 anggota yang membawa serta keluarga.

Namun, untuk pembelian tiket pesawat, staff tersebut membelinya menggunakan uang saku anggota tersebut sendiri.

“Itukan kita beli dulu, nanti diganti dari uang saku dewan atau dipotong honor SPJ  (anggota DPRD) tersebut,” ujarnya meminta tidak disebutkan identitasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Ketua Komisi II, Mulyana Muhtar membenarkan dirinya membawa keluarga ketika kunker ke Nusa Tenggara Timur (NTB) selama 3 hari. “Iya benar, berangkat hari minggu pulangnya hari rabu. Ke Mataram, Lombok,” kata wakil rakyat dari Derah Pemilihan (Dapil) 1 ini.

Ketua Komisi II DPRD Kab Bekasi, Mulyana Muhtar.

Untuk tiket pesawat dan penginapan, Mulyana menegaskan tidak menggunakan duit negara. Dia mengaku memberikan uang pada staff untuk dibelikan tiket pesawat.

“Tiket pesawat beli sendiri. Saya kasih duit untuk beli tiket pesawat. Kalau kamar, ya kita satu kamar. Keluarga saya satu kamar di hotel tempat saya menginap,” jelasnya.

Disinggung soal moral dan etika sebagai wakil rakyat yang membawa keluarga ketika kunker ke keluar kota, Politisi Partai Demokrat ini mengaku tidak menjadi persoalan. Bahkan dianggap sebagai hal yang biasa. “Itu sudah biasa. Selama tidak mengganggu pekerjaan sebagai anggota DRPD, saya gak malu,” ujar Mulyana Muhtar.

Informasi yang diterima, Komisi II DPRD Kab Bekasi melakukan kunker ke NTB selama 3 hari sejak minggu, 1 April hingga rabu, 4 April 2018.

Apapapun alasannya tentu tidak tepat jika kunker resmi kedewanan membawa serta anak dan istri atau keluarga. Pasalnya, ‘fasilitas yang menyertai’ kunjungan tersebut bisa saja merupakan uang rakyat.

Meskipun beralasan biaya transportasi pesawat dan makan keluarganya selama kunker ditanggung secara pribadi, ketika menginap di kamar hotel tentunya tetap dibiayai oleh anggaran daerah.

Kunker wakil rakyat seharusnya dilakukan secara profesional bukan dijadikan kegiatan sampingan untuk berekreasi bersama keluarga. Jika membawa anak istri dianggap wajar, patut dipertanyakan tujuan kunker selama ini.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

 

Berita Sebelumnya :

Kunker ke NTB Ketua Komisi II DPRD Kab Bekasi Bawa Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *