Cabuli 10 Bocah Bermodus Beli Burung, Tarzan Ditangkap Polres Metro Bekasi Kabupaten

Beberapa barang bukti tindak asusila diperlihatkan saat gelar perkara di Mapolrestro Bekasi Kabupaten. Tarzan (36) ditangkap setelah mencabuli sedikitnya 10 orang anak dengan diimingi uang Rp 20.000.

Cikarang Selatan, Djapos.com – Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kabupaten berhasil menangkap Tarzan (36), pelaku tindak asusila dengan korban anak-anak. Dalam aksinya, Tarzan telah mencabuli sedikitnya 10 orang anak dengan diimingi uang Rp 20.000.

Tarzan ditangkap setelah polisi menerima laporan dari keluarga salah seorang korban. “Kami terima laporan dari masyarakat yang keluarganya menjadi korban. Kami lakukan penelusuran dan akhirnya pelaku ini berhasil kami amankan,” kata Wakil Kepala Polrestro (Wakapolres) Bekasi Kabupaten, Lutfhie Sulistiawan, Kamis (12/4/2018).

Dari hasil laporan yang diterima, Tarzan mencabuli seorang anak berusia 12 tahun. Aksi tidak terpuji itu dia lakukan dikontrakan yang dia sewa di daerah Gemalapik, Kampung Pasirkonci, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dikatakan Lutfhie, saat kejadian, Tarzan bertemu dengan korban di salahsatu tempat. Kemudian Tarzan berpura-pura meminta antar korban mencari Burung Dara. Namun, ditengah perjalanan Tarzan berbelok arah, menuju rumah kontrakannya.

“Dikontrakan itu pelaku mencoba merayu sambil sedikit memaksa. Pakaian korban kemudian dilucuti dengan mengiming-imingi korban uang Rp 20.000. Tapi kalau korban menolak, pelaku tak segan mengeluarkan ancaman,” kata Luthfie.

Usai melakukan aksinya, Tarzan lantas melepaskan korban sambil mengancam agar tidak menceritakan hal yang dialaminya.

Korban yang takut, sempat bungkam tapi berani melapor pada keluarganya. Namu demikian, keluarga mencurigai sikap korban yang kerap mengeluhkan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya. Setelah didesak, korban akhirnya mengaku lalu keluarga melaporkan hal tersebut pada unit Perlindungan Perempuaan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kabupaten.

“Dari laporan tersebut, pelaku kami amankan di kawasan Cikarang saat tengah bermain burung. Pelaku ini memang dikenal pecinta burung, dia juga bekerja sebagai tukang bersih-bersih di salah satu perusahaan swasta di Bekasi,” kata Luthfie.

Berdasarkan pemeriksaan, lanjut Lutfhie, Tarzan telah melakukan tindak asusila itu kepada sepuluh korban yang keseluruhannya anak-anak. Modus yang dilakukan pun serupa, yakni menawarkan antaran mencari burung.

“Karena pelaku ini dikenal sebagai tukang burung, jadi dia menawarkan begitu, sampai akhirnya dibawa ke rumah kontrakannya,” ucap dia.

Kepala Sat Reskrim (Kasat) Polres Metro Bekasi, Rizal Marito menambahkan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Pengembangan terus kami lakukan untuk mengetahui dugaan adanya korban lain. Karena dari hasil pemeriksaan, ada korban lain yang kami terus telusuri,” kata dia.

Untuk membantu pengungkapan kasus, Rizal meminta orang tua yang merasa anaknya menjadi korban agar segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

“Jika memang ada kecurigaan terhadap anak, ada yang ditutupi mohon kiranya ditelusuri. Jika ada indikasi kekerasan seksual, harap segera dilaporkan. Disamping itu, kami juga terus bergerak ke lapangan dengan meminta informasi dari sejumlah saksi,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tarzan dijerat pasal 76 E junto pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ucapnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *