Jelang Pilgub Jabar 2018, Sekitar 700an Warga Binaan Lapas Cikarang Terancam Kehilangan Hak Pilih

Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bekasi atau Lapas Cikarang akan berupaya agar warga binaannya mempunyai hak pilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) 2018.

Hal itu dikatakan Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta, saat ditemui djapos.com di Lapas Cikarang, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi belum lama ini.

Menurut Kadek, sebanyak sekitar 1.081 warga binaan yang berdomisili di Jawa Barat agar hak pilihnya di Pilgub Jabar tidak hilang, akan dilakukan upaya dengan terus berkoordinasi dengan pihak KPU dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Kab Bekasi.

“Dari total 1.552 warga binaan yang tinggal di Lapas Kelas III Bekasi, 1.081 diantaranya merupakan warga Jawa Barat. Maka dari itu saya akan mengupayakan agar hak pilih mereka tidak akan hilang nanti,” kata Kadek.

Sambung dia, pada prinsipnya Lapas Cikarang akan mengupayakan. Walaupun sampai saat ini, kata dia, kendalanya masih banyak, salah satunya banyak warga binaan belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Disdukcapil sudah bisa memfasilitasi. Selama lima hari kemarin sudah melakukan perekaman bagi warga binaan yang belum terekam dan terus berkoordinasi dengan pihak KPU,” ujarnya.

Kadek menceritakan, permasalahan di setiap lapas itu hampir semua sama, salah satunya penghuni lapas tidak menetap selalu ada yang keluar dan masuk setiap tahunnya.

“Pada saat Pilkada 2017 kemarin sempat ada masalah karena data yang awal dari KPU banyak yang sudah keluar, kemudian warga banyak juga yang masuk belum terdatar di DPT sehingga akhirnya banyak terjadi perubahan,” bebernya.

Tambah Kadek, harus dibuatkan regulasi baru, seperti bagi warga binaan yang dipastikan bisa memilih cukup menggunakan surat keterangan dari Kalapas.

“Memang menurut saya perlu adanya terobosan-terobosan untuk mengatasi persoalan dalam pelaksanaan Pilkada di dalam Lapas. Kalau saat ini kami tetap mengikuti peraturan yang ada,” tuturnya.

Diketahui, dari data bulan April 2018, dari 1.552 warga binaan yang tinggal di Lapas Kelas III Bekasi, 1.081 diantaranya merupakan warga Jawa Barat, termasuk 467 warga Kabupaten Bekasi.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 371 warga Jawa Barat yang sudah melakukan perekaman E-KTP. Alhasil, sisanya, yakni 710 warga binaan terancam kehilangan hak pilih.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *