Dari Bekasi Kota, Relawan IEA Ajak “Ayo Berbagi Jalan”

Bekasi Kota, Djapos.com – Indonesia Escorting Ambulance (IEA) adalah sebuah gerakan sosial dari masyarakat yang hati nuraninya terketuk saat melihat ambulance yang sedang membawa pasien (Urgen) terjebak dalam kondisi kemacetan jalan umum.

Saat dikunjungi Djapos.com, dikantornya di sebelah barat RS. Awal Bros, Bekasi Kota, pada Rabu (25/4/2018)  pagi, Nova Widyatmoko CE selaku penggerak pertama berdirinya IEA sedang menunggu ambulance melintas yang memerlukan Escorting dari Tim IEA tersebut.

Menurut Nova, awal dibentuknya IEA pertama kali pada Maret 2017 di Bekasi Kota oleh Dia sendiri. Dimana pada saat itu IEA sendiri masih bersifat lokal yaitu hanya di daerah Bekasi Kota dan sekitarnya.

“Lalu pada tanggal 08 Oktober 2017. Yudi Cahyadi (Bhisma) salah satu motor penggerak IEA yang juga sampai saat ini menjadi penasehat pusat meminta kepada Nova Widyatmoko untuk membuat Deklarasi dan mengundang teman-teman IEA yang memiliki Visi-Misi yang sama dan jiwa sosial yang tinggi untuk duduk bersama,” tutur Nova.

Nova Widyatmoko, CE, selaku penggerak pertama berdirinya IEA di Bekasi Kota.

Saat ini IEA sudah mempunyai pengurus kecil di setiap wilayah sekitar 50 Korwil dan hanya ada Penasehat Pusat saja yang dimana terdiri dari 5 orang. Diantaranya Nova Widyatmoko, Mashuri, Marlin, Nicko, Yudi Cahyadi (Bhisma).

Nova sendiri menuturkan rasa prihatinnya ketika melihat ambulance yang sedang membawa pasien terjebak di dalam kemacetan kota, tidak ada sama sekali yang ‘menggubris’ suara sirine ambulance tersebut.

Padahal setiap ingin membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) selalu ada pertanyaan tentang hak utama untuk kendaraan yang harus di dahulukan,seperti yang tertera pada Undang-undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 Pasal 134. 

“Bagaimana jika yang menjadi pasien kritis itu adalah salahsatu dari keluarga kita sendiri..?

tentu kita akan berharap akan tiba di Rumah Sakit dengan waktu yang tepat,” tambah Nova.

Untuk itu IEA mengajak masyarakat Indonesia agar lebih sadar akan hak Utama untuk kendaraan yang harus didahulukan. Seperti mobil pemadam kebakaran, ambulance, mobil pertolongan kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan pimpinan dan penjabaat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan kepolisian.

“Ayo Berbagi Jalan,” pungkas Nova.

 

Reporter : ANDREW

Foto : dok/DJP/AND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *