1.161 Ton Beras Oplosan Hasil Sitaan PT IBU akan Dilelang

Kejari Kab. Bekasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kab. Bekasi beserta Balai Uji Mutu pangsn Jawa Barat saat mendatangi dan melihat beras oplosan milik PT. IBU yang rencananya akan dilelang.

Kedungwaringin, Djapos.com – Beras hasil penyitaan dari PT Indo Beras Unggul (IBU) direncanakan akan dilelang. Tercatat lebih dari 1.161 ton beras disita setelah Satuan Tugas (Satgas) Pangan menggerebek gudang penyimpanan atas kasus beras oplosan, tahun lalu.

Lelang dilakukan setelah Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan kepada mantan Direktur Utama PT .IBU, Trisnawan Widodo, Januari lalu. Dia dinilai terbukti bersalah setelah mengoplos beras murah dengan beras berkualitas baik kemudian dijual menjadi beras premium berlabel ‘Maknyuss’.

Meski begitu, tidak seluruh beras yang disita bakal dilelang. Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Dinas Ketahanan Pangan danDinas Perdagangan Kabupaten Bekasi serta Balai Uji Mutu Pangan Jawa Barat, tengah menguji kualitas beras hingga layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Agus Trihono mengatakan, tim gabungan telah mendatangi gudang PT. IBU yang berlokasi di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi untuk mengetahui kondisi beras. Namun begitu, pengujian harus dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui hasil pasti kualitas beras.

Secara kualitas, dilakukan uji mutu terhadap beras sitaan tersebut dengan menguji aspek bau, warna, kotor, kemudian kutu dan beras patahnya.

“Oleh sebab itu kami dari Dinas Ketahanan Pangan, berserta Dinas Perdagangan, Kejaksaan, dan Balai Uji Mutu Pangan Jawa Barat melaksanakan uji sampel beras tersebut. Dari kemasan yang disita terdiri dari kemasan 5 kilogram, 10 kilogram dan 25 kilogram, dan ada kemasan 50 kilogram. Secara sampel, diuji seluruhnya,” kata dia, Kamis, (26/4/2018).

Hasil uji mutu ini, lanjut dia, akan dipergunakan oleh pihak Kejaksaan untuk menilai layak tidaknya beras itu dilelang dan bisa dipergunakan atau tidak, untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Secara kasat mata, beberapa beras terlihat rusak.

“Kami lakukan sampling, 50 persen beras yang tersimpan kualitasnya sudah rusak. Tapi ini perlu uji laboratorium lebih lanjut untuk mengetahui apakah beras tersebut masih layak untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan di gudang PT. IBU, beras yang berada di gudang tersebut telah tersimpan selama satu tahun, tepatnya saat digrebek pada Mei 2017 lalu. Selain ‘Maknyuss’, beras yang disita pun bermerek ‘Cap Jago’ dan ‘Jatisari’.

Seperti diketahui, penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolri Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu berhasil menyita beras sebanyak 1.161 ton. Penggerebekan dilakukan setelah Satgas Pangan menerima laporan tentang adanya praktik curang di PT. IBU.

Perusahaan diketahui menjual beras bersubsidi IR 64 menjadi beras premium. Harganya pun meningkat hingga tiga kali lipat. Dari harga semula hanya Rp 6.000-7.000 per kilogram, kemudian dijual sampai Rp 20.400 per kilogram.

Dari praktik yang dilakukan, pengusaha dapat meraup untung hingga Rp 14.000 per kilogram. Jika seluruh beras dalam gudang tersebut berhasil dipasarkan, untung yang didapat bisa mencapai lebih dari Rp 15 triliun.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *