Pemkab Bekasi Tingkatkan Pelatihan Kerja Bagi Warga Lokal

Kepala Disnakertrasn Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi.

Cikarang Pusat, Djapos.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi mengaku sudah berusaha memberikan solusi mengatasi ketimpangan dalam dunia kerja antara warga lokal dengan  pendatang. Hal itu dikatakan Kepala Disnakertrans Kab Bekasi, Edi Rochyadi, Rabu (02/5/2018).

Menurut Edi, salahsatu upaya keras yang dilakukan Disnakertrans Kab Bekasi dengan menjalin kerjasama antara pengusaha serta beberapa perguruan tinggi swasta yang berada di Kab Bekasi.

“Kita melalui LKK maupun BKK mengadakan pelatihan, karena yang kita hadapi mengenai skill. Karena kita tahu skill warga lokal belum link and match antara angkatan kerja dan kebutuhan kerja,” kata dia.

Lanjut Edi, Pemkab Bekasi berupaya melakukan peningkatan skill warga lokal yang baru lulus sekolah maupun yang sudah lebih dulu dengan melalui pemberian berbagai pelatihan yang dibutuhkan dunia kerja. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi ketidaktahuan penguasaan bidang kerja yang nanti bakal dilakoni para warga pribumi ketika melamar kerja ke industri yang dituju.

Pemberian pelatihan kepada warga lokal, jelas Edi, menjadi sesuatu mendesak menurutnya. karena sekarang dunia kerja bicara soal kemampuan (Skill). Kalau warga lokal tidak diberi bekal kemampuan dalam keahlian tertentu maka akan sulit bersaing dengan pendatang.

“Pemkab Bekasi tahun 2018 menyelenggarakan pendidikan pelatihan dengan berbagai bidang dengan jumlah 600 orang, agar nantinya para calon pekerja yang sudah di beri pelatihan mampu dan siap memasuki pasar kerja yang ada,” jelasnya.

Soal ketimpangan dunia kerja yang menjadi banyak keluhan warga lokal serta sulitnya mencari kerja, tambah Edi, dirinya tidak melihat ke arah apakah orang asli maupun tidak asli. Karena, lanjut dia, ini bicara masyarakat Indonesia dimana mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja juga, tetapi Pemkab Bekasi lebih memprioritaskan kepada penduduk masyarakat kabupaten bekasi yang mempunyai KTP asli.

“Peningkatan mutu SDM terus kita tingkatkan dengan pemberian pelatihan, karena lulusan sekolah kita sendiri lagi lagi belum link and match dengan perusahaan,” pungkasnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *