Semarak Ramadhan, Lapas Kelas III Bekasi Bagi Takjil Sambil Ajak Warga Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Kepala Lapas Kelas III Bekasi, Kadek Anton Bufiharta saat membagikan takjil kepada pengendara.

Cikarang Timur, Djapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kabupaten Bekasi (Cikarang) menggelar bagi-bagi takjil berbuka puasa di Komplek Olah Raga Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/5/2018).

Pembagian ini digelar dalam rangka Hari Kelahiran Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Maka dari itu, selain takjil, petugas Lapas pun membagikan nilai-nilai Pancasila melalui selembaran kepada para pengendara serta masyarakat di sekitar stadion yang menunggu waktu berbuka.

Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Karena bersamaan dengan bulan Ramadhan, peringatan Pancasila pun dikolaborasikan dengan pembagian takjil.

“Sebagai bagian dari negara, tentunya setiap warga negara wajib untuk saling mengingatkan, terlebih ini kan tentang ideologi bangsa. Maka dari itu, kegiatan ini kami gelar dengan didukung dengan pembagian takjil agar berkah,” kata Kadek.

Tidak hanya para petugas Lapas, pembagian pun dilakukan oleh para warga binaan atau para narapidana (napi). Selain mengingatkan masyarakat, kegiatan itu pun digelar untuk menumpuk nilai Pancasila bagi narapidana.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Cikarang menebarkan rumus 5M sebagai tata nilai Pancasila. Kelima ‘M’ itu yakni, Mengamalkan Pancasila, Mengamankan Pancasila, Menghormati Lembaga Negara, Memaknai Lahirnya Pancasila dan Menjaga Persatuan dan Kesatuan.

 

Karya Warga Binaan

Diakui Kadek, pembagian takjil sebenarnya digelar secara spontan. Setelah dirapatkan, petugas serta warga binaan sepakat membagikan takjil pada masyarakat. Uniknya, takjil yang terdiri dari gorengan, sop buah hingga roti merupakan buatan warga binaan.

“Jadi memang dadakan, setelah dirapatkan pada pagi hari langsung sepakat bagi-bagi takjil. Petugas juga warga binaan swadaya, lalu masak bersama hingga akhirnya bisa dibagikan. Ada sekitar 300 bungkus takjil, nasi padang serta ada 500 roti buatan warga. Cuma sekitar 15 menit dibagikan, semua langsung habis. Intinya masyarakat senang, kami berkah, nilai-nilai Pancasila pun tersampaikan,” ucapnya.

Kegiatan ini pun dimeriahkan oleh penampilan Lacika Band, grup musik binaan Lapas Cikarang yang para personelnya merupakan warga binaan.   

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *