Wow! Jelang Pilkades, Banyak Guru di Kab Bekasi Ikut Mendaftar

Kadisdik Kabupaten Bekasi, M.A. Supratman.

Cikarang Selatan, Djapos.com – Rencananya di bulan Agustus mendatang, Kabupaten Bekasi bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 di 154 Desa. Kabarnya, dalam hajat Pilkades tahun ini bukan hanya diikuti oleh kalangan masyarakat umum saja, akan tetapi dari kalangan Tenaga Pengajar alias Guru dan bahkan diantara  ada yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga berniat maju.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, M.A. Supratman mengatakan ada sekitar 60 hingga 80 orang tenaga pengajar banyak yang meminta izin untuk mengikuti kontestasi untuk ikut dalam Pilkades di tahun 2018 ini.

“Mereka itu marah-marah ke saya karena meminta saya untuk mengeluarkan izin bagi mereka, karena mereka ingin mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa (Kades). Saya memang tidak mengizinkan, alasan saya karena kita masih sangat kekurangan guru pengajar, namun disisi lain saya juga menghargai hak prerogratif seseorang. Makanya saya lanjutkan izinnya kepada pembina kepegawaian yakni Bupati sebagai Kepala Daerah,” kata Supratman, Jum’at (13/7/2018) lalu.

Diantara sekian banyak tenaga pengajar yang meminta izin, sambungnya, mayoritas diisi oleh guru dan Kepala Sekolah Dasar (SD). “Karena lebih kental politiknya Guru dan Kepala Sekolah SD ketimbang Guru SMP. Kalau SMP itu sudah fokus terhadap kegiatan belajar-mengajar. Jumlahnya sekitar 60 sampai 80 oranglah,” ungkapnya kepada djapos.com.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi, Hanief Zulkifli mengatakan untuk Guru yang berstatus PNS dan mengikuti Pilkades dikenakan cuti sementara.

“Sedangkan kalau nanti sudah jadi Kepala Desa, dikenakan cuti diluar tanggungan Negara,” ucapnya.

Sesuai dengan Permendagri No 66 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, jika PNS menjadi Kepala Desa, statusnya tetap PNS namun hak-hak PNS dia tidak diberikan.

“Tetap PNS tapi cuti, dan hak-hak PNS tidak diberikan, seperti gaji dan tunjangan itu tidak ada,” kata dia.

 

Reporter : R4Y

Foto : dok/DJP/R4Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *