Kepala Dinasnya Lagi Hajatan, Pejabat DPMD Kab Bekasi Tak Hadiri Undangan Komisi I, Anggota Dewan Ini Geram

Muhtadi Muntaha saat diwawancarai wartawan usai memimpin rapat.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi geram dengan tidak hadirnya Dinas Pemberdayaan Masyakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi yang diundang Komisi I untuk beraudensi dengan warga Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi dan Desa Satria Mekar Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Rabu (18/07/2018). Warga dari dua Desa tersebut mengadu permasalahan kejanggalan dan kecurangan seleksi Calon Kepala Desa di Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha mengatakan ketidakhadiran DPMD lantaran Kepala Dinas tengah melangsungkan hajatan pernikahan anaknya.

“Alasan DPMD gak hadir karena Bu Aat (Kepala Dinas) lagi ngawinin anaknya, jadi gak bisa datang. Dan kabid sama kasinya jadi pager ayu, harusnya kalau ada undangan dari mitra kerja harusnya hadir dong kirimin perwakilannya kek kalo nggak,” kata dia.

“Ini malah seolah-olah ada intruksi Kepala Dinas untuk semua yang terkait di dinasnya jadi pager ayu, nunggu di parkiran, dari parkiran sampai ke pelaminan. Mungkin Kabid Kasienya pada nganterin sampe ke kelambu kamar manten. Sehingga undangan kita Komisi 1 untuk menyelesaikan permasalahan terkait Pilkades gak diorangin,” sambungnya.

Ia menilai, seleksi Kepala Desa kali ini tidak professional. Persoalan yang kolektif dan sarat kejanggalan. “Seolah orang yang gak lulus terima aja. Sementara ada hal yang salah dalam sistem penilaian dan keterbukaan tim seleksi independen, terutama ini tanggungjawab Kabidnya Beny itu susah dihubungin, giliran boroknya masyarakat nyerang kita padahal tanggung jawab dia,” ungkapnya.

Menurut Muhtadi, Beny Yusnandar yang merupakan Kabid Pemerintahan Desa di DPMD Kabupaten Bekasi sejauh ini bersikap tidak kooperatif dalam hal penyelesaian terkait Pilkades ini.

“Itu orang udah berkali-kali kita undang kagak mau dating. Sebelum bulan puasa kita undang dateng cuman sebentar, pas bulan puasa kita manggil kagak dating. Kita bel-bel (telpon-red) juga gak diangkat. Emang gak danta urusan sama tuh orang,” ucapnya.

Untuk itu, Komisi 1 nantinya akan kembali memanggil DPMD untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak terjadi polemik di masyarakat seperti yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

“Besok kita panggil lagi. Pak Sekda juga sudah saya hubungi supaya menghadirkan orang-orang itu,” ujarnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *